Bab Akikah Dan Qurban | Syarat Dan Ketentuan Pembagian Daging Qurban


Sumber : pixabay

Sebagaimana halnya ibadah - ibadah yang lain dalam agama Islam, bahwasannya setiap ibadah yang di perintahkan selalu ada syarat dan ketentuannya, artinya dalam melaksanakan ibadah umat Islam harus mematuhi dan memenuhi ketentuan - ketentuan yang telah di tetapkan oleh Allah SWT.

Demikian pula halnya dalam pelaksanaan ibadah qurban, ada beberapa ketentuan dan syarat yang harus di penuhi agar ibadah qurban tersebut syah secara syara'.

Berikut ini adalah syarat dan ketentuan dalam pembagian daging qurban, yaitu sebagai berikut :
  • Orang yang niat berqurban harus menyediakan hewan qurbannya dengan cara yang halal dan tanpa berhutang.
  • Binatang yang akan di sembelih tidak sakit, pincang, buta, kedua daun telinga dan ekornya juga utuh.
  • Hewan qurban haruslah binatang ternak seperti misalnya unta, sapi, kerbau, kambing, domba ataupun biri - biri.
  • Hewan qurban haruslah cukup umur sesuai dengan ketentuan yang sudah di tetapkan.
  • Orang yang berqurban haruslah orang yang merdeka (bukan budak), sudah baligh atau dewasa.
  • Hewan qurban tersebut di sembelih pada waktu yang telah di tetapkan yakni tanggal 10 Dzulhijjah (Iedul Adha), tanggal 11,12,13 Dzulhijjah (Hari Tasyrik).
  • Daging qurban di bagi menjadi tiga (3) bagian yaitu: 1/3 bagian untuk orang yang berqurban, 1/3 bagian untuk di sedekahkan dan 1/3 bagian di hadiahkan kepada orang lain.

Sunah -Sunah Dalam Berqurban
  • Memilih binatang qurban yang sehat dan gemuk.
  • Mengikat hewan qurban beberapa hari sebelum hari raya Iedul Adha dengan maksud sebagai syiar kepada umat Islam.
  • Tidak memotong kuku maupun bulu dari hewan qurban tersebut terhitung dari mulai awal bulan Dzulhijjah ( bila dibperlukan lebih baik di bersihkan saja ).
  • Membaca basmallah ketika menyembelih hewan qurban ( Wajibnya adalah menyebut nama Allah SWT ).
  • Membaca shalawat Nabi dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  • Membaca kalimat takbir (Allahu akbar).
  • Berdoa kepada Allah SWT agar ibadah qurbannya di terima.
  • Melakukan penyembelihan dengan tangannya sendiri bagi laki - laki dan bagi perempuan mewakilkannya kepada laki - laki.
  • Jika penyembelihan hewan qurban di wakilkan maka di sunahkan agar orang yang berqurban tersebut datang menyaksikan prosesi penyembelihan hewan qurbannya.
Demikianlah artikel tentang syarat dan ketentuan pembagian daging hewan qurban. Semoga bisa di pahami dan bisa menambah ilmu pengetahuan serta ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

Bab Akikah Dan Qurban | Hikmah Dan Manfaat Qurban


Sumber : pixabay

Perlu di ketahui bahwasannya qurban yang sampai kepada Allah SWT adalah qurban yang di dasari oleh keikhlasan hati dan ketaqwaan dari seorang hamba yang melaksanakan qurban. Manfaat qurban akan kembali kepada orang yang berqurban tersebut dan juga masyarakat sekitar yang ikut serta menikmati daging qurban tersebut. Orang yang berqurban membagikan daging qurbannya kepada sanak saudara dan juga fakir miskin. Tidak di perbolehkan ada daging yang di buang di tempat tertentu untuk keperluan lain misalnya saja untuk sesaji, seperti contohnya kepala hewan qurban tersebut di buang di bawah kolong jembatan sebagai bentuk sesaji.

Allah SWT telah berfirman dalam surah Al-Hajj ayat 37 :


Artinya :
" Daging - daging hewan qurban dan darahnya  itu sekali - sekali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketaqwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayahnya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang - orang yang berbuat baik ". (QS. Al-Hajj :37)

Dengan keterangan ayat diatas maka dapat kita pahami bahwa ibadah qurban bukanlah mengirimkan daging kepada Allah SWT, akan tetapi niatnya adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Hikmah Bagi Orang Yang Berqurban
  • Menambah iman dan taqwa kepada Allah SWT.
  • Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT.
  • Menambah keikhlasan dalam beramal.
  • Memupuk rasa solidaritas terhadap sesama manusia.

Hikmah Bagi Masyarakat
  • Qurban dapat meningkatkan tali persaudaraan.
  • Qurban dapat mempererat tali ukhuwah islamiyah, karena dalam pelaksanaan ibadah qurban pasti melibatkan banyak orang.
  • Memberikan contoh kepada sesama manusia untuk rela berqurban demi kebaikan.
Demikianlah diantara hikmah dan manfaat qurban. Semoga kita semua termasuk hamba - hamba yang senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT dan termasuk kedalam golongan orang - orang yang mau dan rela berqurban.

Bab Haji | Pengertian Dan Hukum Ibadah Haji


Sumber gambar : pixabay

Haji adalah bagian dari rukun Islam yakni rukun Islam kelima. Ibadah haji di wajibkan bagi umat Islam yang mampu, baik kemampuan secara materi maupun kemampuan secara rohani. Namun pada kenyataannya banyak umat Islam yang mampu secara materi namun belum melaksanakan atau malah enggan melaksanakan kewajiban ibadah Haji tersebut. Alasannya bermacam - macam, ada yang karena kesibukan, pekerjaan dan sebagainya. Ada juga yang beralasan karena ilmunya belum sempurna sehingga ada ketakutan bahwa ibadah haji nya nantinya tidak sesuai dengan yang semestinya. Itu sebenarnya adalah alasan yang di cari - cari saja karena pada dasarnya dalam pelaksanaan ibadah haji di berikan pembekalan berupa pelatihan manasik dan juga pembimbing haji yang kompeten dari pemerintah.

Agar pengetahuan kita lebih mendalam lagi mengenai ibadah haji, maka pada artikel saya beberapa waktu kedepan akan khusus mengulas tentang ibadah haji ini.


PENGERTIAN DAN HUKUM HAJI

Secara Etimologi kata Haji mempunyai arti menyengaja. Sedangkan menurut istilah atau syara' Haji adalah sengaja pergi ke Baitullah (Ka'bah) untuk mengerjakan beberapa jenis ibadah dengan syarat - syarat tertentu yang telah di tetapkan.

Ibadah Haji wajib hukumnya bagi setiap orang Islam yang mampu, sekali seumur hidupnya. Namun demikian juga tidak ada larangan dari Allah SWT jika ingin mengerjakannya lebih dari satu kali. 

Allah SWT telah berfirman dalam surah Al-Imran ayat 97 :

Artinya : Padanya terdapat tanda - tanda yang nyata, diantaranya (maqam Ibrahim) , barang siapa yang memasukinya (Baitullah itu) maka amanlah dia. Mengerjakan Haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah...(QS. Al-Imran :97).

Bagi umat Islam yang telah mencukupi persyaratan yang di syariatkan agar segera menunaikannya supaya tidak timbul rintangan - rintangan yang dapat menghambat ibadah Haji tersebut nantinya.

Rasulullah SAW telah bersabda yang artinya :
"Dari Ibnu Abbas, telah bersabda Nabi SAW:" Hendaklah kamu segera mengerjakan ibadah Haji, karena sesungguhnya seseorang tidak akan menyadari sesuatu halangan yang akan merintanginya."(HR.Ahmad)

Selain dari ibadah Haji, umat Islam juga berkewajiban melaksanakan ibadah umrah. Oleh karenanya para jemaah Haji ketika sudah berada di tanah suci selain melaksanakan ibadah Haji itu sendiri mereka juga melaksanakan ibadah umrah. 

Adapun tata cara pelaksanaanya ada tiga macam, yakni :

1. Ifrad, yakni mengerjakan ibadah Haji terlebih dahulu, kemudian baru melaksanakan ibadah umrah. Jika menggunakan cara ini maka jemaah Haji terbebas dari membayar Dam (denda).

2. Tamatu', yakni mengerjakan ibadah umrah terlebih dahulu, baru kemudian mengerjakan ibadah Haji. Jika menggunakan cara ini maka jemaah Haji wajib membayar Dam (denda).

3. Qiran, yakni mengerjakan ibadah Haji dan Umrah dalam satu niat. Jika menggunakan cara ini maka jemaah Haji wajib membayar Dam (denda).

Bagi jemaah Haji yang mengambil Haji Ifrad dan Qiran maka di sunahkan untuk mengerjakan thawaf qudum, thawaf umrah dan bukan thawaf Haji.

Demikianlah sekelumit artikel tentang pengertian dan hukum ibadah Haji. Semoga bermanfaat dan berguna untuk kita semua.

Bab Akikah Dan Qurban | Syarat Dan Ketentuan Hewan Qurban



SYARAT DAN JENIS HEWAN QURBAN

Jenis binatang yang syah untuk melaksanakan ibadah qurban adalah hewan ternak yang di pelihara atau di ternakkan untuk dimakan dagingnya. Artinya tidak syah ibadah qurban jika menggunakan hewan liar sebagai hewan sembelihan. Jenis hewan yang secara umum di gunakan untuk ibadah qurban antara lain : Domba , Kambing, Sapi, Kerbau dan Onta.

Allah SWT telah berfirman dalam surah Al- Hajj ayat  ke- 34 sebagai berikut :


Artinya :
"Dan bagi tiap - tiap umat telah kami syariatkan penyembelihan (qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah di rezekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-NYA. Dan berilah kabar gembira kepada orang - orang yang tunduk patuh (kepada Allah)." (QS.Al-Hajj :34)

Berikut ini adalah kutipan tafsir dari Prof.Dr.Quraish Syihab mengenai ayat di atas yang di ambil dari id.noblequran.org sebagai berikut :

"Kewajiban-kewajiban yang berhubungan dengan ibadah haji itu bukan hanya disyariatkan kepada kalian saja, melainkan Kami juga telah menjadikan bagi setiap kelompok yang beriman jenis kurban tersendiri yang mereka pakai untuk mendekatkan diri kepada Allah. Pada saat menyembelih hewan kurban itu, mereka pun menyebut asma Allah dan mengagungkan-Nya sebagai rasa syukur atas nikmat pemilikan unta, sapi dan kambing yang telah diberikan oleh Allah kepada mereka. Allah yang telah memberikan syariat kepada kalian dan mereka adalah Tuhan Yang Mahaesa. Dari itu, serahkanlah semua urusan kepada-Nya semata, menjadikan amal perbuatan hanya untuk-Nya dan tidak membuat sekutu apa pun kepada-Nya. Kemudian, berilah kabar gembira tentang surga dan pahala yang banyak, wahai Muhammad, kepada hamba Allah yang tulus ikhlas dan tunduk kepada-Nya".

Selain itu binatang ternak yang di gunakan sebagai hewan qurban haruslah memenuhi dua syarat pokok yakni tidak cacat dan cukup umurnya.

KETENTUAN UMUR HEWAN QURBAN

Di antara ketentuan mengenai umur binatang qurban antara lain:

1. Untuk Onta sekurang - kurangnya berumur lima tahun.

2. Untuk Sapi Dan Kerbau sekurang - kurangnya berumur dua tahun.

3. Kambing berumur dua tahun.

4. Domba berumur sekurang - kurangnya satu tahun atau telah berganti gigi (Musinnah).

Rasulullah SAW telah bersabda , yang artinya :

"Dari Jabir berkata, Rasulullah SAW bersabda, " Janganlah engkau menyembelih (berqurban), kecuali telah berganti gigi. Kecuali bila engkau sulit mendapatkannya maka sembelihlah yang telah berumur satu tahun dari (jenis) domba". (HR.Muslim : 3631)

Ketentuan mengenai umur tersebut sangat berkaitan dengan kandungan nutrisi dan gizi hewan, karena pada umur tersebut binatang qurban lebih kaya gizinya, dagingnya tebal sehingga perolehan dagingnya pun lebih banyak.

KETENTUAN CACAT HEWAN QURBAN

Cacat pada hewan qurban menyebabkan hewan tersebut tidak sah apabila di gunakan sebagai hewan qurban. Cacat yang di maksud di sini adalah buta (sakit mata), tidak sehat (sakit - sakitan), pincang, terlalu kurus, terlalu tua, sehingga seakan - akan tidak mempunyai sumsum lagi.

Rasulullah SAW bersabda, yang artinya :

"Empat jenis hewan tidak dapat di jadikan hewan qurban yaitu yang matanya cacat, jelas sakit, jelas pincang, dan kurus tidak berlemak". (HR.Ahmad)

QURBAN UNTUK SATU ORANG DAN LEBIH DARI SATU ORANG

1. Satu ekor kambing hanya di niatkan untuk satu orang.

Rasulullah SAW bersabda, yang artinya :

"Pada masa Rasulullah ada seorang laki - laki menyembelih seekor kambing untuk dirinya" ( HR.Ibnu Majah dan Tirmidzi ).

2. Seekor Sapi atau Onta di niatkan untuk tujuh (7) orang.

Rasulullah SAW bersabda, yang artinya :

"Kami memotong qurban bersama Nabi SAW pada tahun Hudabiyah seekor unta untuk tujuh orang dan seekor sapi untuk tujuh orang" (HR.Muslim, Abu Dawud dan Tirmidzi).

Demikianlah artikel tentang syarat dan ketentuan hewan qurban. Semoga semakin menambah wawasan dan pengetahuan kita.


Bab Akikah Dan Qurban | Hukum Qurban Dan Waktu Pelaksanaan Qurban Dalam Agama Islam



HUKUM QURBAN

Dalam ajaran agama Islam hukum melaksanakan ibadah qurban adalah sunah muakkad, artinya yaitu sunah yang di kuatkan seakan - akan mendekati ibadah wajib. Ibadah qurban sangat di anjurkan bagi siapa saja kaum muslimin yang mampu untuk melaksanakannya. Bagi mereka yang mempunyai kemampuan untuk melaksanakan ibadah qurban namun enggan untuk melaksanakannya tentu saja itu adalah perbuatan yang kurang baik dan tercela dalam pandangan agama Islam.

Rasulullah SAW telah bersabda dalam sebuah hadistnya yang artinya :

"Sesungguhnya menyembelih qurban itu tidak wajib, tetapi sunah dari Rasulullah SAW" (HR.At-Tarmidzi:1427).

Dalam hadistnya yang lain Rasulullah SAW juga bersabda, yang artinya "

"Diwajibkan kepadaku berqurban dan tidak wajib atas kamu" (HR.Ad-Daruqutni).

Jika kita menelisik lebih jauh mengenai hukum qurban ini ada sedikit perbedaan di antara empat mazhab yang ada. Menurut Imam Malik, Imam Syafii dan Imam Hambali, hukum qurban adalah sunah muakkad. Tetapi menurut Imam Hanafi hukum qurban adalah wajib. Kewajiban tersebut berlaku untuk setiap tahun bagi setiap orang muslim yang bermukim atau bertempat tinggal tetap di sebuah tempat atau perkampungan.

Rasulullah SAW bersabda :


Allah SWT telah berfirman dalam Alquran dalam surah Al An'am ayat 162 - 163 sebagai berikut :


Jika seseorang bernazar atau berjanji bahwa dia akan menyembelih hewan qurban maka hukumnya menjadi wajib untuk di laksanakan. Maka karena hukumnya wajib dia tidak di perbolehkan makan ataupun mengambil daging sembelihannya.

WAKTU PELAKSANAAN QURBAN

Sesuai dengan tuntunan dalam agama Islam bahwa waktu pelaksanaan ibadah qurban adalah pada Hari Raya Iedul Adha ( Tanggal 10 Dzulhijjah ) sampai dengan hari Tasyrik ( Tanggal 11,12,13 Dzulhijjah ). Penyembelihan hewan qurban yang di laksanakan di luar waktu - waktu tersebut tidak termasuk kedalam kategori ibadah qurban namun hanyalah penyembelihan hewan biasa.

Rasulullah SAW bersabda, yang artinya :

"Barangsiapa menyembelih sebelum shalat maka sesungguhnya itu hanyalah penyembelihan untuk dirinya sendiri. Barangsiapa menyembelih sesudah shalat dan dua khutbah maka telah sempurna ibadahnya (Sah Qurbannya) dan telah sesuai dengan sunnah muslimun" (HR.Bukhori dari Bara' bin 'Azib :5130).

Waktu yang lebih utama dalam penyembelihan hewan qurban adalah pagi hari, sebab Rasululllah SAW tidak pernah melakukan penyembelihan pada malam hari. Namun demikian Nabi juga tidak pernah melarang untuk melakukan penyembelihan pada malam hari.

Demikianlah artikel tentang hukum dan waktu pelaksanaan ibadah qurban. Semoga kita termasuk orang - orang yang bertaqwa di sisi Allah SWT.

Bab Akikah Dan Qurban | Ketentuan Qurban



PENGERTIAN QURBAN

Kata Qurban secara etimologi berasal dari kata Qarab-Yaqrabu-Quebanan yang mempunyai makna atau arti mendekat atau dekat. Sedangkan kata Qurban menurut istilah adalah menyembelih binatang ternak yang telah memenuhi syarat tertentu dan di laksanakan pada waktu tertentu dengan niat ibadah guna mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata'ala.

Ajaran ibadah berqurban berasala dari kisah Nabi Ibrahim AS yang di perintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih putranya yang bernama Ismail. Perintah dari Allah SWT tersebut di dapatkan oleh Nabi Ibrahim AS melalui mimpinya. Kisah tersebut di abadikan dalam Alquran surah Ash Shaffat ayat ke 102 sampai dengan ayat ke 108. 

Firman Allah SWT dalam Alqur'an :





Dari ayat - ayat di atas kiranya kita dapat menyimpulkan bahwa Nabi Ibrahim AS bermimpi pada malam kedelapan bulan Zhulhijjah untuk menyembelih putranya atas perintah Allah SWT. 

Sebagai orang yang taat, maka Nabi Ibrahim AS kemudian menyampaikan hal tersebut kepada putranya Ismail. Ternyata Ismail adalah anak yang taat kepada orang tuanya dan dia tidak merasa keberatan atas perintah Allah SWT tersebut.

Kemudian pada hari kesepuluh bulan Zhulhijjah pada waktu dhuha maka Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Allah SWT untuk menyembelih putranya Ismail. Kemudian tepat pada saat itulah Allah SWT mengganti Ismail dengan seekor kambing sembelihan. Hari kesepuluh bulan Zhulhijjah kemudian di sebut sebagai "Yaumunnahar" yang artinya hari menyembelih.

Dari peristiwa itulah maka ajaran berqurban berlaku sampai sekarang kepada umat Nabi Muhammad SAW.

Syariat tentang perintah Qurban juga terdapat dalam Alquran surah Al Kautsar ayat 1-3, yaitu :

Baginda Nabi Muhammad SAW bersabda dalam hadistnya yang di riwayatkan oleh sahabat yakni Ibnu Majah dan telah di syahkan oleh Hakim :



Demikianlah sekilas tentang pengertian Qurban. Semoga kita termasuk orang - orang yang bertaqwa yang selalu taat kepada perintah Allah SWT.

Bab Akikah Dan Qurban | Tata Cara Penyembelihan Hewan Qurban Dan Akikah


Pada artikel sebelumnya saya telah membahas seperti pengertian akikah, hukum akikah, waktu pelaksanaan akikah, perbedaan antara qurban dan akikah serta syarat dan fungsi dari akikah. Anda dapat membaca semuanya di blog ini.

Pada kesempatan kali ini saya akan lanjutkan membahas tentang Tata Cara Penyembelihan Hewan Qurban Dan Akikah.

Berikut ini adalah tata cara penyembelihan hewan qurban dan akikah sesuai dengan ketentuan hukum agama Islam yaitu :

1. Niat memotong dan menyembelih hewan akikah hanya karena memenuhi perintah dari Allah SWT semata.

2. Menyiapkan alat untuk menyembelih hewan akikah tersebut ( bisa berupa pisau, golok atau sejenisnya ) yang penting tajam.

3. Mengikat dengan kuat hewan yang akan di sembelih serta menghadapkannya ke arah kiblat.

4. Membaca Asma Allah yakni Bismillahirrahmannirrahim.

5. Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

6. Membaca kalimah takbir.

7. Memotong hewan qurban atau akikah sampai dengan urat atau kerongkongannya putus.

8. Membaca doa agar kiranya hewan qurban atau akikah tersebut di terima oleh Allah SWT.

Berikut ini adalah contoh doa akikah yang di baca oleh Rasulullah SAW : 
" Ya Allah, ini perbuatan karena perintah-MU, aku kerjakan karena-MU, terimalah oleh-MU amalku ini untuk anakku yang bernama Rahmat ".

Contoh doa akikah yang lain dari Rasulullah SAW :
" Ya Allah, terimalah qurban Muhammad, keluarga dan umatnya "(HR. Ahmad dan Muslim)

Adapun fungsi dari qurban atau akikah dalam kehidupan yaitu :

1. Taqarrub (Mendekatkan diri) kepada Allah SWT.

2. Menumbuhkan sikap kepedulian sosial.

3. Meningkatkan kesadaran diri untuk memiliki jiwa berkorban di jalan Allah SWT.

Demikianlah artikel singkat ini semoga memberikan manfaat dan pengetahuan kepada kita semua. Semoga kita termasuk kedalam golongan orang - orang yang senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT.