Hubungan antara Sholat dan perilaku sosial

loading...

spanduk, sumber:dok pribadi
Perintah untuk mengerjakan sholat sebagaimana yang umat Islam ketahui di terima oleh Baginda Nabi Muhammad SAW setelah melaksananakan Isra' dan Mi'raj. Peristiwa penting Isra' dan Mi'raj ini hanya bisa di terima oleh mereka yang memiliki keimanan karena secara nalar peristiwa luar biasa tersebut sulit untuk di terima oleh akal pikiran manusia. 
ilustrasi Isra' Mi'raj,sumber:pixabay
Kita sudah barang tentu sangat sering sekali menghadiri peringatan - peringatan Isra' & Mi'raj ini. Hampir rata - rata para kyai dan mubaligh ketika mengisi tausiah di acara peringatan tersebut selalu menyinggung tentang masalah mendirikan sholat lima waktu. Ini tentu saja selaras karena pada dasarnya hanya ibadah sholat lima waktu inilah yang di terima oleh Nabi Muhammad secara langsung dari Allah SWT tanpa melalui malaikat jibril. Selain daripada perintah mendirikan sholat lima waktu ini, hampir semua perintah ibadah di terima oleh Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat JIbril. Sudah barang tentu sholat lima waktu ini adalah sesuatu yang sangat spesial karena Allah SWT yang langsung menyampaikan perintah tersebut kepada Nabi.
Gambar ilustrasi shalat berjamaah
Allah SWT berfirman dalam surah Al Ankabut ayat 45 sebagai berikut : 






Dari ayat di atas kita bisa melihat bahwa sebelum kita mendirikan shalat kita hendaknya belajar terlebih dahulu. Mendirikan shalat itu ada ilmunya sehingga kita perlu mempelajarinya, tata caranya dan sebagainya. 
Dari ayat di atas kita juga bisa melihat bahwa shalat mampu mencegah perbuatan keji dan munkar. Namun kenyataan di lapangan kita banyak menemukan banyak orang - orang yang mengerjakan shalat justru melakukan perbuatan keji dan munkar seperti mencuri, korupsi dan sebagainya. Kenapa bisa demikian ? Apakah shalatnya yang salah ? Kenyataan ini seringkali menjadi alasan seolah - olah Al Qur'an itu salah, padahal tidak demikian 

Orang - orang tersebut baru dalam tahap mengerjakan shalat saja. Padahal yang di perintahkan oleh Allah SWT adalah dirikanlah shalat bukan kerjakanlah shalat. Arti dari mendirikan dan mengerjakan tentu saja berbeda karena mengerjakan hanya sebatas kepada gugurnya kewajiban shalat, sedangkan mendirikan shalat itu selain mengerjakan shalat maka ada tanggung jawab moralnya bagaimana seharusnya ahlak orang yang shalat itu. Karena hal itulah maka kita akan menjaga semua perilaku kita agar sesuai dengan nilai - nilai shalat itu sendiri. Ini yang di maksudkan bahwa shalat mampu mencegah perbuatan keji dan munkar.
Begitu banyak pesan - pesan moral di dalam shalat sehingga ketika di luar shalat pun ahlak kita tetap terjaga, yakni akhlaqul karimah.
Sebagai contoh saja, bahwa sebelum shalat kita di wajibkan untuk berwudhu terlebih dahulu. Di dalam salah satu rukun berwudhu yaitu berkumur - kumur, artinya mulut kita harus bersih atau suci dari kotoran. Maka di luar shalat pun seyogyanya mulut kita pun harus di jaga kesuciannya dari makanan yang haram, artinya makanan yang masuk ke mulut kita adalah makanan yang di peroleh dengan cara - cara yang halal yakni cara yang sesuai dengan tuntunan Allah SWT.

Tahukah sobat, betapa pentingnya sholat dalam kehidupan manusia ? Bahkan nanti di hari pembalasan perkara yang pertama kali di hisab oleh Allah SWT adalah ibadah shalat.
Nabi Muhammad SAW pernah bersabda," Amal pertama - tama yang di hisab atas diri seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, baiklah seluruh amalnya dan apabila shalatnya rusak, rusaklah seluruh amalnya. ( HR. Tabhrani ).

Sobat muslim, oleh karena itu kita sebagai orang yang beriman janganlah sekali - sekali meninggalkan shalat dengan sengaja. Jika mampu laksanakanlah shalat lima waktu secara berjamaah di Masjid, lakukan shalat  - shalat sunah yang lain juga karena shalat adalah kunci syurga dan mampu menghapus dosa yang terjadi sebelumnya selama kita tidak melakukan dosa - dosa besar.
Mudah - mudahan kita semua termasuk hamba - hamba Allah yang senantiasa taat kepadaNYA dan senantiasa mendapatkan nikmat, berkah, karunia dan pertolongannya.
Aamiin ya rabbal 'alamin

Referensi : di sarikan dari buletin Al Azhom edisi 4 ( penulis H Achmad Chaerudin )
image www.google.com