Tata Cara THAHARAH / BERSUCI

loading...

ilustrasi air, sumber:pixabay
A. MANDI WAJIB

Mandi wajib adalah membasuh, mengalirkan dan meratakan air ke seluruh tubuh dari ujung rambut sampai dengan ujung kaki dengan niat menghilangkan hadast besar.
Hal - hal atau keadaan yang menyebabkan seseorang di haruskan untuk mandi wajib antara lain :
(1). Keluarnya air mani ( sperma )
(2). Selesainya masa haid
(3). Selesainya proses melahirkan
(4). Selesainya masa nifas
(5). Meninggal
Sesuai dengan tuntunan fiqih dan syariat, seseorang di haruskan untuk  mandi wajib apabila dia berhadast besar, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surah Al Maidah ayat 6 yaitu :
Dari ayat di atas dapat kita ketahui mengenai tata cara berwudhu, penyebab batalnya wudhu kita dan di perbolehkan nya kita melakukan tayamum sebagi pengganti wudhu jika kita kesulitan mendapatkan air bersih.
A.1. RUKUN MANDI
(1). Niat ( Menyengaja untuk menghilangkan hadas besar ).
Adapun Lafaz niat mandi wajib adalah sebagai berikut :











Artinya," Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadast besar fardhu karena Allah Ta'ala ".


(2). Meratakan air ke seluruh tubuh mulai dari ujung rambut sampai ke ujung kaki.

A.2. SUNAH - SUNAH MANDI WAJIB
(1). Hendaknya membaca basmalah pada saat permulaan mandi.
(2). Berwudhu terlebih dahulu sebelum mandi.
(3). Menggosok - gosok badan hingga bersih.
(4). Mendahulukan untuk membasuh anggota tubuh bagian kanan terlebih dahulu.
(5). Tertib rukun.

B. WUDHU
Wudhu menurut arti bahasa adalah bersih, sedangkan pengertian Wudhu menurut syara' adalah membasuh anggota badan tertentu dengan syarat - syarat tertentu.
B.1. SYARAT - SYARAT WUDHU
(1). Beragama Islam.
(2). Bisa membedakan antara yang benar dan yang salah ( Mummayyid ).
(3). Tidak sedang berhadas besar.
(4). Menggunakan air yang suci dan mensucikan.
(5). Tidak ada yang menghalangi masuknya air ke kulit.
B.2. RUKUN WUDHU
(1). Niat
Adapun lafaz niat berwudhu adalah sebagai berikut :
(2). Membasuh wajah.
(3). Membasuh kedua tangan sampai dengan siku.
(4). Mengusap kepala.
(5). Membasuh kaki sampai dengan batas mata kaki.
(6). Tertib rukun.
B.3. SUNAH WUDHU
(1).Membaca basmalllah terlebih dahulu.
(2). Menggosok gigi.
(3). Mencuci kedua telapak tangan sampai dengan pergelangan.
(4). Berkumur - kumur terlebih dahulu.
(5). Menghisap air ke hidung ( Instinsyaq ) & mengeluarkannya ( Istinsyar ).
(6). Menyapu / mengusap kedua daun telinga.
(7). Menyela - nyela jari tangan dan jari kaki.
(8). Mengusap dan membasuh seluruh anggota wudhu tiga kali.
(9). Mendahulukan anggota wudhu yang sebelah kanan.
(10). Menyela - nyela jenggot yang tebal.
(11). Terus menerus atau tidak menyela rukun - rukun wudhu dengan pekerjaan lain.
(12). Melebihkan batas anggota tubuh yang di basuh atau di usap.
(13). Berdoa setelah berwudhu.
C. HAL - HAL YANG MEMBATALKAN WUDHU
(1). Keluarnya sesuatu dari dua jalan yanitu qubul maupun dubur .
(2). Hilang akal, misalnya mabuk atau ketiduran.
(3). Menyentuh qubul dan dubur tanpa alas dengan telapak tangan atau jari secara langsung.

D. TATA CARA BERWUDHU
(1). Membaca Basmallah dengan ikhlas niat karena Allah & membasuh kedua telapak tangan tiga kali. Di sunahkan menggosok gigi dengan siwak atau yang sejenisnya.
(2). Membasuh muka / wajah tiga kali dengan mengusapnya.
(3).Membasuh kedua tangan sampai siku.
(4). Membasuh kepala bagian ubun - ubun dan membasuh telinga.
(5). Membasuh kedua kaki sampai dengan batas mata kaki.
(6). Berdoa setelah berwudhu.
E. MANFAAT WUDHU
(1). Menjaga kebersihan badan.
(2). Menjauhkan diri dari penyakit.
(3). Membiasakan diri terhadap pola hidup bersih.
(4). Menambah kekhusyukan ketika shalat.
(5). Mendorong diri sendiri untuk semakin dekat dengan Allah SWT.

F. TAYAMUM

Pengertian tayamum yaitu menyentuhkan telapak tangan ke tanah ataupun debu yang suci untuk di usapkan ke muka atau tangan, sebagai pengganti wudhu atau mandi wajib.
Allah SWT berfirman dalam surah Annisa ayat 43 sebagai berikut :

Dari ayat tersebut kita dapat mengetahui bahwa Allah SWT melarang orang yang mabuk untuk shalat.Larangan mendatangi masjid ketika sedang junub. Apa yang menyebabkan batalnya wudhu kita , dan di perbolehkannya bagi mereka yang sedang bepergian ( Musafir ) atau jika kita kembali dari buang hajat dan tidak mendapatkan air untuk melakukan tayamum.

F.1. SEBAB - SEBAB TAYAMUM

Ada dua hal yang dapat menyebabkan orang untuk melakukan tayamum, yakni :
(1). Berhalangan menggunakan air karena sakit atau mudharat.
(2). Tidak mendapatkan / tidak adanya air.
F.2. HAL - HAL YANG DAPAT MEMBATALKAN TAYAMUM
(1). Semua hal yang membatalkan wudhu.
(2). Menemukan air, jika ia bertayamum karena sebab tidak adanya air.
F.3.TATA CARA BERTAYAMUM
(1). Niat
Adapun lafaz niat tayamum adalah :

Artinya, " Aku niat bertayamum untuk dapat mengerjakan shalat karena Allah Ta'ala.

(2).Meletakkan kedua telapak tangan ke tanah atau debu, lalu di tepukkan dan di tiup.

(3). Mengusap bagian muka dengan tanah atau debu yang suci sampai rata.
(4). Mengusapkan kedua tangan dengan debu sampai siku - siku, dengan mendahulukan yang kanan.
F.4. MANFAAT TAYAMUM
(1). Memberikan kesadaran akan pentingnya shalat, di mana shalat adalah merupakan satu kewajiban yang tidak boleh di tinggalkan dalam kondisi apapun, terkecuali yang sesuai dengan syariat.
(2). Membuktikan sifat dari Allah SWT yang Maha Pemurah karena memberikan keringanan ( rukhsah ) kepada umatNYA dalam beribadah sebagaimana telah DIA wajibkan.

KESIMPULAN:

Dengan penjelasan - penjelasan tadi maka bisa di simpulkan bahwa ada beberapa hikmah yang bisa kita petik dari masalah thaharah ( bersuci ) ini, antara lain :
(1). Terhindar dari penyakit karena kotor dan juga kuman yang bisa menjadi penyebab penyakit.
(2). Wajah kita akan bersinar kelak ketika di bangkitkan dari alam kubur.
(3). Sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
(4). Sebagai upaya kita dalam usaha menyempurnakan iman.
(5). Membuat hidup kita lebih nyaman.

Sobat Muslim...
Itulah pembahasan mengenai  thaharah khususnya mengenai mandi wajib, wudhu dan juga tayamum. Di artikel selanjutnya saya akan share mengenai tema - tema yang lain.
Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuan kita semua.
Amiin ya rabbal 'Alamiin

Reffrensi :
  • PAI & budi pekerti diknas
  • www.kisahinspiratifislam.tk
  • image by pixabay