Iman Kepada Hari Akhir Dan Penjelasannya


ilustrasi kiamat,sumber:pixabay
APAKAH HARI AKHIR ATAU HARI KIAMAT ITU ?
Beriman kepada hari akhir atau hari kiamat merupakan rukun iman kelima. Hari kiamat adalah hari dimana berakhirnya kehidupan dunia ini.
Allah SWT telah berfirman dalam surah Al-Waqiah ayat 1- 6 sebagai berikut :
Sumber:tafsirq.com
Pada hari dimana kiamat itu datang maka semua mahluk yang bernyawa pasti mati.
Datangnya hari kiamat merupakan sebuah keniscayaan dan sebuah kepastian, karena janji Allah SWT pastilah sebuah kebenaran. Dengan terjadinya kiamat maka berakhir pulalah kehidupan dunia yang fana ini, dan di mulailah sebuah fase kehidupan baru yang kekal dan abadi yaitu kehidupan akhirat.
Sebelum memasuki kehidupan akhirat yang kekal dan abadi maka semua manusia akan di hisab dan minta pertanggungjawabannya terhadap apa yang telah di perbuatnya semasa hidup di dunia. Sekecil apapun amal kebaikan pasti akan mendapatkan balasannya, pun sebaliknya sekecil apapun dosa yang kita lakukan juga akan mendapatkan balsannya. Jika hasilnya baik maka Syurga adalah balasannya sedangkan jika hasilnya jelek maka neraka adalah balasannya. Na'udzubilahi mindzalik...
Hari akhir atau hari kiamat itu  terbagi atas dua (2) jenis yaitu kiamat Syugra (kiamat kecil) dan kiamat Kubra ( kiamat besar).

A. KIAMAT SYUGRA 
Kiamat Syugra di sebut juga dengan nama kiamat keci. Kiamat Syugra adalah kerusakan yang terjadi di dunia seperti bencana alam, kebakaran hutan, gunung meletus dan matinya seseorang. 
Allah SWT telah berfirman dalam surah Ar-rahman ayat 26-27 sebagai berikut :
Sumber:tafsirq.com

Kemudian Allah SWT berfirman dalam surah Al-Imran ayat 185 sebagai berikut :
Sumber:tafsirq.com
B. KIAMAT KUBRA
Kiamat Kubra di sebut juga sebagai kiamat besar. Kiamat kubra adalah saat di tiupnya terompet sangkakala oleh Malikat Israfil sehingga seluruh alam semesta beserta isinya hancur lebur dan binasa. Sebagaimana di jelaskan dalam surah Al-Waqiah di atas pada saat itu bumi di guncang dengan guncangan yang maha dahsyat sehingga hancur lebur seluruh isinya.
ilustrasi kiamat,sumber:pixabay
Waktu datangnya kiamat tidak di ketahui oleh siapapun termasuk Nabi Muhammad SAW pun tidak mengetahui kapan hari kiamat akan datang. Satu - satunya yang mengetahui secara pasti kapan kiamat akan terjadi hanyalah Allah SWT.
Allah berfirman dalam surah Al-A'raf ayat 187 :
Sumber:tafsirq.com

Nabi Muhammad SAW hanya di beritahu tanda - tanda akan datangnya hari kiamat.
Diantara tanda -tanda tersebut yaitu :
a. Tanda - tanda kecil hari kiamat
Diantara tanda - tanda kecil makin dekatnya hari kiamat antara lain :
1. Hamba sahaya atau budak melahirkan tuannya. 
2. Seorang Penggembala kambing hidup bermewah - mewahan di dalam gedung yang megah.
3. Hilangnya ilmu pengetahuan dan menyebar luasnya kebodohan.
4. Perjudian, minuman keras dan perbuatan zina terjadi dimana - mana.
5. Sangat sulit untuk menemukan orang yang mau menerima sedekah.
6. Waktu atau hari terasa sangat pendek.
b. Tanda - tanda besar hari kiamat
Diantara tanda-tanda besar datangnya hari kiamat antara lain :
1. Matahari terbit dari arah dia tenggelam ( barat).
ilustrasi matahari,sumber:pixabay
2. Munculnya binatang besar melata ( dabbah ).
3. Munculnya Dajjal.
4. Munculnya kaum ya'juj dan ma'juj yang suka berbuat kerusakan di bumi.
5. Turunnya kembali Nabi Isa AS ke dunia.

NASIB MANUSIA SETELAH KIAMAT 
Setelah semua mahluk di dunia binasa dan hancurnya dunia, maka kemudian manusia akan melalui beberapa fase kehidupan akhirat yang kekal dan abadi.
Berikut ini adalah beberapa fase tersebut :
1. Yaumul Barzah atau hari penantian
Pengertian Yaumul barzah adalah hari penantian manusia di alam kubur setelah dia mati. Alam barzah merupakan pembatas antara alam dunia dengan alam akhirat. Pada fase ini manusia menunggu datangnya hari kebangkitan yaitu hari dimana seluruh umat manusia yang telah mati di bangkitkan kembali oleh Allah SWT. Pada masa ini manusia hanyalah sendirian, semua harta benda, anak, istri, orang tua tidak ada yang menemani. Satu - satunya yang bisa menemaninya adalah amal shaleh kita selama hidup di dunia.
2. Yaumul Ba'as atau hari kebangkitan
Hari kebangkitan ditandai oleh di tiupnya sangkakala oleh Malaikat Israfil untuk kedua kalinya. Setelah itu maka seluruh umat manusia yang telah mati akan hidup kembali dan di bangkit dari kuburnya.
Allah SWT telah berfirman dalam surah An Nahl ayat 38 :
Sumber:tafsirq.com

Kemudian firman Allah dalam surah Yasin ayat 78 sebagai berikut :
Sumber:tafsirq.com
3. Yaumul Hasyr
Pengertian Yaumul Hasyr adalah hari dimana seluruh umat manusia di kumpulkan di padang Mahsyar. Padang Mahsyar merupakan sebuah padang atau tempat yang luasnya adalah tujuh (4) kali luas langit dan bumi sehingga seluruh umat manusia dapat tertampung di padang Mahsyar tersebut.
Di padang mahsyar seluruh manusia menanti dan menunggu giliran untuk di hisab atau di perhitungkan amalnya semasa di dunia. Keadaan manusia pada saat di padang mahsyar sangat melelahkan, karena panas matahari yang teramat panas sehingga seolah - olah tepat berada di atas unun - ubun mereka terkecuali bagi orang - orang yang berbuat amal shaleh. Mereka sedikitpun tidak merasa kepanasan karena mereka mendapatkan pertolongan dari Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam surah Al-Anam ayat 22 sebagai berikut : 
Sumber:tafsirq.com
4. Yaumul Hisab atau hari perhitungan
Setelah semua manusia berkumpul di padang mahsyar, maka setiap manusia tersebut akan di periksa dan di perhitungkan segala amal perbuatannya semasa hidup di dunia. Sekecil apapun amal kebaikan dan keburukan yang mereka telah lakukan, semuanya akan di hitung dengan sangat terperinci tanpa ada satupun yang terlewatkan.
Ketika itu pula Allah SWT akan mengunci mulut setiap manusia sehingga tidak dapat berbicara, dan atas ijin Allah SWT maka seluruh anggota tubuh manusia yang akan berbicara dan memberikan kesaksian.
Sebagaimana riwayat yang sering kita baca bahwa amalan pertama yang akan di hisab adalah shalat. Apabila baik shalatnya maka akan baik pula seluruh amalannya, sedangkan jika rusak shalatnya maka rusak pulalah semua amalnya. Bagi orang yang semasa hidupnya tidak pernah mengerjakan perintah shalat maka mereka akan di tempatkan didalam neraka Saqar sebagai balasannya. Dan bagi mereka yang sering melalaikan shalatnya maka mereka akan di tempatkan di neraka Wail sebagai balasannya.
Firman Allah SWT dalam surah Al-Mujadilah ayat 6 :
Sumber:tafsirq.com

Kemudian firman Allah dalam surah Al-Insyiqaq ayat 7 dan 8 :
Sumber:tafsirq.com

Kemudian Allah SWT juga berfirman dalam surah Al-Haqq ayat 22 :
Sumber:tafsirq.com
5. Yaumul Mizan atau hari penimbangan
Setelah melewati fase perhitungan maka selanjutnya amal perbuatan manusia akan di timbang dengan sejujur - jujurnya dan  seadil - adilnya dan tidak seorangpun merasa di rugikan. Semua amal perbuatan manusia tersebut tidak ada yang di tambah - tambahkan ataupun dikurangi walau sedikitpun. Hal ini tentu sangat berbeda dengan pengadilan di dunia yang penuh dengan permainan dan ketidakadilan.
Allah berfirman dalam surah Al-Anbiya ayat 47 :
Sumber:tafsirq.com

Kemudian firman Allah SWT dalam Surah Al-Qari’ah  ayat 7 dan 8 :

Sumber:tafsirq.com
6. Yaumul Jaza’  atau hari pembalasan
Setelah selesai di timbang amal perbuatannya, maka selanjutnya setiap manusia akan di berikan balasan yang sebanding dengan amal perbuatannya.
Kemudian mereka akan melewati jembatan siratal mustaqim yaitu jembatan yang menuju ke Syurga yang terbentang di atas neraka jahanam. Bagi mereka yang baik timbangan amalnya akan dengan mudah melewatinya tetapi bagi mereka yang buruk timbangan amalnya maka ia akan terpeleset dan jatuh kedalam neraka jahanam.
Umat yang pertama menyeberangi jembatan siratal mustaqim adalah umat Nabi Muhammad SAW. Hal ini sesuai dengan hadist Rasulullah yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah yaitu " Di bentangkan sebuah titian diantara punggung dua tepi neraka Jahanam, Aku ( Nabi Muhammad SAW ) dan umatkulah yang mula - mula menyeberang".
Ada tiga macam golongan manusia pada hari pembalasan nanti yaitu :
1. Golongan yang masuk kedalam neraka dan kekal didalamnya.
Golongan ini adalah golongan orang - orang kafir yang telah mendustakan agama dan firman Allah SWT.
Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 39 :
Sumber:tafsirq.com
2. Golongan orang - orang yang masuk Syurga selama - lamanya.
Golongan ini adalah golongan orang - orang yang beriman dan beramal shaleh.
Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 25 :
Sumber:tafsirq.com
3. Golongan orang yang masuk neraka dan kemudian masuk ke Syurga
Golongan ini adalah golongan orang - orang beriman yang timbangan amal salahnya lebih ringan, sehingga mereka di masukkan kedalam neraka Hawiyah untuk sementara sampai dengan habis dosa - dosanya. Setelah itu mereka akan di angkat dan dimasukkan kedalam syurga.
Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah Al-Qari'ah ayat 8 dan 9 :
Sumber:tafsirq.com
NAMA - NAMA SYURGA SESUAI DENGAN URUTANNYA
1. Syurga Firdaus ( Jannatul Firdaus )
2. Syurga Na'im ( Jannatul Na'im )
3. Syurga Ma'wa ( Jannatul Ma'wa )
4. Syurga 'Adn ( Jannatul  'Adn )
5. Syurga Khulud ( Jannatul Khulud )
6. Syurga Darussalam ( Jannatul Darussalam )
7. Syurga Darul Maqamah ( Jannatul Darul Maqamah )
NAMA - NAMA NERAKA SESUAI DENGAN URUTANNYA
1. Neraka Jahanam
2. Neraka Laza
3. Neraka Saqar
4. Neraka Sya'ir
5. Neraka Hutamah
6. Neraka Wali
7. Neraka Hawiyah
Mengapa kita harus beriman kepada hari akhir ?
Beriman kepada hari akhir akan menguatkan rasa keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, karena :
1. Dunia dan segala isinya ini pada saatnya nanti akan hancur dan binasa.
2. Mengingatkan diri kita bahwa segala amal perbuatan kita di dunia akan di hisab dan di perhitungkan oleh Allah SWT. 
Kemudian perilaku yang bagaimanakah yang mencerminkan bahwa kita beriman kepada hari akhir ?
Beberapa contoh perilaku yang menunjukkan jika kita beriman kepada hari akhir antara lain :
1. Senantiasa berbuat amal kebaikan kepada orang lain.
2. Rajin beribadah sebagai persiapan kita di akhirat kelak.
3. Berhati - hati dalam segala sikap dan tindakan karena kita yakin bahwa semua amal perbuatan kita akan mendapatkan balasan yang setimpal kelak di akhirat.
4. Berusaha menghindari perbuatan dosa dan kesalahan.
Demikianlah artikel mengenai Iman kepada hari akhir dan juga penjelasannya. Semoga bermanfaat untuk kita dan semakin menambah ketaqwaan kita kepada Allah SWT. 

Reff :
  • www.kisahinspiratifislam.tk
  • www.tafsirq.com
  • Pixabay

Iman Kepada Kitab - Kitab Allah SWT Dan Penjelasannya


ilustrasi Al-Quran,sumber:pixabay
APAKAH DEFINISI IMAN ITU ?
Menurut bahasa kata   iman adalah sebuah kata yang berasal dari bahasa Arab yakni :
Arti dari kata tersebut adalah membenarkan. Kata iman secara istilah adalah membenarkan sesuatu dengan hati, dan di ucapkan dengan lisan, serta di amalkan dengan perbuatan. 
Dalam rukun iman, beriman kepada kitab - kitab Allah SWT adalah rukun iman ketiga setelah beriman kepada Allah SWT dan beriman kepada malaikat Allah SWT.

PENGERTIAN KITAB ALLAH SWT
Ketika menurunkan kitab - kitab kepada para Nabi dan Rasul, Allah SWT pastilah mempunyai sebuah tujuan. Lalu apakah sebenarnya tujuan Allah SWT tersebut ?
Tujuan Allah SWT menurunkan kitab-kitab tersebut adalah agar supaya kitab - kitab tersebut di pergunakan sebagai pedoman hidup oleh seluruh umat manusia dalam rangka menuju jalan hidup yang benar yaitu jalan yang di rahmati oleh Allah SWT. Dengan demikian beriman kepada kitab-kitab Allah SWT berarti kita percaya dan yakin sepenuhnya bahwa Allah SWT telah menurunkan kitab-kitab tersebut kepada para Nabi dan Rasul yang isinya adalah wahyu dariNYA untuk disampaikan dan diajarkan kepada seluruh umat manusia.
PENGERTIAN SUHUF
Selain menurunkan kitab, Allah SWT juga menurunkan Suhuf  kepada para Nabi dan Rasul. Adapun Arti dari Suhuf adalah firman Allah SWT yang diturunkan kepada para Nabi atau Rasul dalam bentuk lembaran-lembaran yang terpisah. Suhuf berisi tentang hukum-hukum dasar dari Allah SWT yang di jadikan sebagai petunjuk dan pedoman dalam menjalankan segala perintah Allah SWT.
Beberapa orang Nabi dan Rasul yang menerima Suhuf tersebut antara lain :
1. Nabi Idris AS menerima sebanyak 30 suhuf.
2. Nabi Syis AS menerima sejumlah 50 suhuf.
3. Nabi Ibrahim AS menerima 10 suhuf.
4. Nabi Musa AS menerima 10 suhuf.
Hal ini bisa kita lihat dari firman Allah SWT dalam surah Al A'laa ayat 18 dan 19 berikut ini :


sumber:tafsirq.com
Suhuf yang terpisah dalam bentuk lembaran - lembaran tersebut jika di kumpulkan menjadi satu kesatuan disebut dengan nama Mushaf atau Kitab.
Adapun  perbedaan Antara kitab dan suhuf adalah :
  1. Dilihat dari isi serta kandungannya maka sebuah kitab tentu lebih lengkap isi dan kandungannya jika di bandingkan dengan Suhuf.
  2. Di lihat dari fisiknya sebuah kitab tentu sudah dibukukan, sementara sebuah suhuf masih bentuk lembaran-lembaran yang terpisah.
  3. Ditinjau dari masa berlakunya sebuah Kitab tentu saja lebih lama daripada sebuah  suhuf.
Namun demikian diantara Kitab dan Suhuf mempunyai sebuah kesamaan yaitu kedua -  keduanya adalah sama-sama firman dari  Allah SWT yang diturunkan kepada para Nabi dan  RasulNYA.

DASAR BERIMAN KEPADA KITAB ALLAH SWT
Berikut ini adalah dalil Naqli yang menjadi dasar kita untuk beriman kepada Kitab-kitab Allah SWT tersebut.
Allah SWT berfirman dalam surah An Nisa ayat 136 :

sumber:tafsirq.com
Allah SWT memang menurunkan kitab - kitab tersebut pada masa yang berbeda akan tetapi isi dan kandungan di dalamnya terdapat ajaran pokok yang sama  yakni ajaran tauhid atau ajaran tentang keesaan Allah SWT . Hanya ada satu hal yang membedakannya yaitu kitab - kitab tersebut mengandung syariat yang disesuaikan dengan zaman dan keadaan umat pada masa di mana kitab tersebut di turunkan saja dan tidak berlaku seterusnya.

NAMA - NAMA KITAB ALLAH SWT DAN RASUL PENERIMANYA
Sebagai umat Islam ada empat (4) buah kitab suci yang wajib kita yakini dan kita imani yaitu :
1. KITAB TAURAT
Kitab Taurat diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Musa AS sebagai pedoman hidup bagi kaumnya yakni  Bani Israil. Kitab Taurat diturunkan pada abad ke-12 SM dalam bahasa Ibrani. Kata Taurat mempunyai arti hukum atau syariat.
Di dalam kitab Taurat terdapat sepuluh (10 ) pokok ajaran antara lain :
1. Adanya perintah untuk meng-esakan Allah SWT.
2. Adanya larangan menyembah  kepada patung atau berhala.
3. Adanya larangan menyebut nama Allah  SWT dengan sia-sia.
4. Adanya perintah untuk  menyucikan hari Sabtu.
5. Adanya perintah untuk menghormati kedua orang tua.
6. Adanya larangan membunuh kepada sesama manusia.
7. Adanya larangan untuk berbuat zina.
8. Adanya larangan untuk mencuri.
9. Adanya larangan untuk menjadi saksi palsu.
10. Adanya larangan untuk mengambil hak orang lain.
Allah SWT telah berfirman dalam surah Al Maidah ayat 44 :

sumber:tafsirq.com
Sebagaimana kita ketahui pada dasarnya Kitab Taurat yang asli yang di turunkan kepada Nabi Musa AS dan berisikan akidah serta hukum-hukum syariat dari Allah SWT kini sudah tidak ada lagi. Kitab Taurat yang beredar di kalangan orang-orang Yahudi saat ini bukanlah kitab Taurat yang asli alias palsu. Penyebabnya adalah kaum Yahudi telah melakukan perubahan-perubahan terhadap isinya atau ajaran - ajaran yang terkandung didalamnya. Para ulama pun telah bersepakat bahwa Kitab Taurat yang murni kini sudah tidak ada lagi. Kitab Taurat yang beredar di kalangan umat Yahudi saat sekarang ini lebih tepat dikatakan sebagai sebuah karangan atau tulisan orang-orang Yahudi pada waktu sekarang.
Allah SWT telah berfirman dalam surah An Nisa ayat 46 :


sumber:tafsirq.com
2. KITAB ZABUR
Kitab zabur diturunkan oleh Allah SWT Kepada Nabi Daud AS. Pada prinsipnya isi dari kitab Zabur adalah meneruskan ajaran Nabi Musa AS. Oleh karena itu Nabi Daud hanya diperintahkan oleh Allah SWT untuk mengikuti ajaran dan syariat dari Nabi Musa AS. Dan karena hal itulah maka ajaran pokok dalam kitab Zabur hanyalah berisi tentang zikir, nasehat serta hikmah dan tidak memuat hukum atau syariat.  Kitab Zabur diturunkan pada abad ke-10 SM di daerah Yerusalem. Kitab Zabur sendiri  ditulis dengan bahasa Qibti.
Adapun dalil naqli tentang kitab zabur adalah sebagai berikut :
Firman Allah SWT dalam surah Al Israa ayat 55 :
sumber:tafsirq.com
3. KITAB INJIL
Kitab Injil diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Isa AS. Kitab Injil yang otentik atau asli memuat keterangan-keterangan yang benar dan nyata yaitu perintah-perintah Allah SWT agar seluruh umat manusia meng-esakan Allah SWT dan tidak menyekutukanNYA dengan suatu apapun, juga menjelaskan dan memuat sebuah nubuat bahwa kelak di akhir zaman akan lahir seorang Nabi yang terakhir yang berasal dari bangsa Arab.
Sama dengan kitab Taurat, Kitab Injil yang beredar sekarang ini di kalangan umat Nasrani hanyalah sebuah buku hasil pikiran manusia dan bukan wahyu dari Allah SWT. Kitab injil yang beredar sekarang ini ada beberapa macam versi antara lain : Kitab Injil matius, Kitab Injil lukas dan Kitab Injil Johanes. Jika di teliti dan dipelajari ternyata diantara Injil-injil tersebut banyak terdapat perbedaan dan bahkan bertentangan satu dengan yang lainnya. Menurut para ahi, isi dari kitab Injil adalah biografi Nabi Isa AS dan keyakinan yang ada di dalam ajarannya merupakan pikiran paulus, bukan pendapat orang-orang harawi yakni para pengikut Nabi Isa AS . Selain ketiga kitab Injil tersebut ada juga yang dinamakan Injil Bernabas. Kitab Injil Barnabas oleh para ulama dianggap sesuai dengan ajaran tauhid. Namun ternyata Injil Barnabas ini justru tidak dipakai oleh orang-orang Nasrani. Menurut riwayat Kitab Injil diturunkan pada permulaan abad ke-1 di daerah Yerusalem. Kitab ini ditulis dengan menggunakan bahasa Suryani. Kitab Injil ini menjadi pedoman bagi kaum Nabi Isa AS yakni kaum Nasrani.
Firman Allah SWT dalam surah Al Maidah 46 :

sumber:tafsirq.com
Kemudian Allah SWT berfirman dalam surah Maryam ayat 30 :
sumber:tafsirq.com
Secara umum isi dari kitab injil adalah sebagai berikut :
1. Adanya perintah untuk kembali meng-esakan Allah SWT.
2. Adanya pengakuan dan pembenaran mengenai keberadaan Kitab Taurat.
3. Menghapuskan beberapa hukum di dalam Kitab Taurat yang tidak lagi relevan atau sesuai dengan masa itu.
4. Menjelaskan dan memuat nubuat bahwa kelak akan datang kembali rasul setelah Nabi Isa AS yaitu Nabi Muhammad SAW. 
5. Adanya ajaran agar hidup sederhana dan menjauhi sifat rakus.

4. KITAB AL-QUR'AN
Kitab suci Al-Quran diturunkan Allah SWT kepada baginda Nabi Muhammad SAW dengan melalui perantara  Malaikat Jibril . Al-Quran tidak diturunkan secara sekaligus oleh Allah SWT tetapi diturunkan secara bertahap dan berangsur - angsur. Kitab suci Al-Quran di turunkan  selama kurun waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari. Al-Quran terdiri dari 30 juz, 114 surat dan 6236 ayat (sebagaimana diriwayatkan oleh hafsh). Di dalam Al-Quran terdapat sebanyak 74.437  buah kalimat dan sebanyak 325.345 buah huruf. 
Waktu turunnya Al-Quran disebut sebagai Nuzulul Quran. Wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW adalah surah  Al Alaq ayat 1-5. Ayat tersebut diturunkan pada malam 17 Ramadhan tahun 610 Masehi. Secara perhitungan maka kurun waktu turunnya Al-Quran adalah antara  tahun 611-632 Masehi. Wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW adalah di gua Hira' dimana ketika itu Nabi Muhammad SAW sedang dalam keadaan berkhalwat. Dengan turunnya wahyu pertama tersebut maka mulai saat itu pula Nabi Muhammad SAW secara resmi dan sah telah diangkat sebagai seorang Rasul atau utusan oleh Allah SWT untuk menyampaikan risalah dariNYA kepada seluruh umat manusia. 
Adapun wahyu  terakhir yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah surah Al-Maidah ayat 3. Wahyu atau ayat tersebut diturunkan pada tanggal 9 Dzulhijjah tahun 10 hijriyah di padang Arafah ketika Nabi Muhammad SAW sedang menunaikan haji wada’ atau haji perpisahan. Di sebut sebagai haji wada' adalah karena beberapa hari sesudah menerima wahyu terakhir tersebut Nabi Muhammad SAW wafat. Kitab suci Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dimana  sebagian isinya  adalah menghapus sebagian syari’at yang tertera dalam kitab-kitab terdahulu dan melengkapinya dengan hukum yang sesuai dengan syariat terbaru dari Allah SWT. Al-Quran merupakan sebuah kitab suci terlengkap dan abadi sepanjang waktu. Al-Quran berlaku sebagai pedoman bagi semua umat manusia sampai dengan akhir zaman. Selain sebagai pedoman, Al-Quran juga adalah sebagai petunjuk bagi manusia dalam menjalankan kehidupan di dunia menuju ke kehidupan di akhirat kelak. Oleh karena itu, sebagai muslim kita tidak perlu meragukannya sama sekali karena Allah SWT sendirilah yang akan menjaga kesuciannya.
Lihat firman Allah SWT dalam surah Al Maidah ayat 48 berikut :
sumber:tafsirq.com
Kemudian firman Allah SWT dalam surah Al Baqarah  ayat 11 :
sumber:tafsirq.com
Kemudian surah Al Baqarah ayat 12 berikut :
sumber:tafsirq.com

dan juga surah Al Imran ayat 3 berikut :
sumber:tafsirq.com
Adapun isi pokok kandungan Al-Quran adalah sebagai berikut :
1. Tentang aqidah atau keimanan
2. Tentang ibadah kepada Allah SWT baik berupa ibadah mahdhah maupun ghairu mahdhah
3. Akhlak seorang hamba kepada Allah SWT, kepada sesama manusia dan juga alam sekitarnya
4. Tentang Mu’amalah yaitu hubungan manusia dengan sesama manusia
5. Adanya kisah para Nabi dan Rasul, serta orang-orang shaleh dan juga orang-orang yang berbuat inkar kepada Allah SWT.
6. Tentang ilmu pengetahuan
Kemudian keistimewaan dari kitab suci Al-Quran dibandingkan dengan kitab-kitab yang diturunkan oleh Allah SWT sebelumnya adalah sebagai berikut:
1. Al-Quran merupakan kitab suci yang terakhir di turunkan oleh Allah SWT yang terjaga dan terjamin keasliannya serta terbebas dari campur tangan manusia. Al-Quran tetap dijaga kemurnian dan keasliannya oleh Allah SWT sampai dengan akhir zaman.
Allah SWT berfirman dalam surah Al Hijr ayat 9 :
sumber:tafsirq.com
2. Kitab suci Al-Quran adalah sebuah kitab yang memiliki isi dan kandungan yang paling lengkap dan sempurna. Isi dan kandungan Al-Quran mencakup segala aspek kehidupan manusia baik sosial, kemasyarakatan, hukum, politik, sains dan sebagainya.
3. Kitab suci Al-Quran tidak dapat ditiru oleh siapapun dan tidak dapat dimasuki dan di rusak oleh ide-ide manusia. Al-Quran adalah satu - satunya kitab suci yang tetap terjaga keasliannya hingga saat ini.
Allah SWT berfirman dalam surah Al Israa ayat 88 :
sumber:tafsirq.com
4. Isi dan kandungan Al-quran sangat sesuai dengan perkembangan zaman, berlaku sepanjang waktu dan digunakan sebagai pedoman bagi seluruh umat manusia.
5. Membaca dan mempelajari isi dan kandungan Al-Quran adalah sebuah ibadah
6. Isi dan kandungan Al-Quran sangatlah lengkap karena mencakup segala aspek kehidupan manusia.
7. Kitab suci Al-Quran merupakan perpaduan antara ilmu pengetahuan, keimanan, dan juga amal shaleh.
8. Al-Quran bisa menjadi penawar penyakit baik jasmani maupun rohani.
9. Al-Quran dapat memuliakan akal pikiran manusia.
Dengan kita  membaca dan mempelajari  isi kandungan mengenai ilmu pengetahuan yang ada dalam Al-Quran maka kita akan mendapatkan banyak manfaat diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Membuat jiwa kita tenang dan tidak gelisah serta di jauhkan dari penyakit jasmani maupun rohani.
2. Meningkatkan kewaspadaan diri untuk selalu menjalankan segala perintahNYA dan meninggalkan segala laranganNYA.
3. Menyadarkan pada diri kita bahwa semua perbuatan kita di dunia kelak akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah SWT.
Dengan demikian, sebagai seorang muslim kita hendaknya :
1. Menjadikan kitab suci Al-Quran sebagai petunjuk dan pedoman hidup.
2. Menghormati dan menjunjung tinggi kitab suci Al-Quran.
3. Gemar membaca kitab suci Al-Quran, baik di saat senang maupun duka.
4. Senantiasa mempelajari kitab suci Al-Quran agar kita paham arti dan kandungannya.
5. Berusaha untuk mengamalkan isi dan kandungan Al-Quran dalam kehidupan sehari - hari.

Sobat Muslim..
Setelah penjelasan mengenai keempat kitab suci yang wajib di imani oleh umat muslim, berikut ini saya share mengenai cara beriman kepada kitab - kitab Allah yang di turunkan sebelum kitab suci Al-Quran.
Bagaimankah cara kita beriman kepada Kitab-kitab Allah sebelum Al-Qur’an  di turunkan ? 
1. Kita harus meyakini bahwa kitab-kitab itu adalah benar-benar wahyu dari  Allah SWT dan bukan karangan dari para Rasul itu sendiri.
2. Kita harus meyakini kebenaran isi dan kandungan kitab - kitab Allah SWT tersebut.
Adapun fungsi dari beriman kepada kitab-kitab Allah SWT adalah :
1. Mempertebal rasa keimanan dan keyakinan kita kepada Allah SWT.
2. Memperkuat keyakinan kita terhadap para Rasul utusan Allah SWT.
3. Semakin menambah ilmu pengetahuan yang  kita miliki.
4. Memupuk dan menumbuhkan sikap toleransi terhadap agama lain.
5. Membiasakan diri kita untuk mengamalkan ajaran Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari dengan benarcara.
Silahkan baca juga mengenai iman kepada Nabi dan Rasul Allah SWT disini

Sobat Muslim...
Demikianlah artikel tentang iman kepada kitab-kitab Allah SWT. Semoga bermanfaat bagi sobat semua.

Reff :

  • www.tafsirq.com
  • www.kisahinspiratifislam.tk
  • Pixabay