Iman Kepada Hari Akhir Dan Penjelasannya


ilustrasi kiamat,sumber:pixabay
APAKAH HARI AKHIR ATAU HARI KIAMAT ITU ?
Beriman kepada hari akhir atau hari kiamat merupakan rukun iman kelima. Hari kiamat adalah hari dimana berakhirnya kehidupan dunia ini.
Allah SWT telah berfirman dalam surah Al-Waqiah ayat 1- 6 sebagai berikut :
Sumber:tafsirq.com
Pada hari dimana kiamat itu datang maka semua mahluk yang bernyawa pasti mati.
Datangnya hari kiamat merupakan sebuah keniscayaan dan sebuah kepastian, karena janji Allah SWT pastilah sebuah kebenaran. Dengan terjadinya kiamat maka berakhir pulalah kehidupan dunia yang fana ini, dan di mulailah sebuah fase kehidupan baru yang kekal dan abadi yaitu kehidupan akhirat.
Sebelum memasuki kehidupan akhirat yang kekal dan abadi maka semua manusia akan di hisab dan minta pertanggungjawabannya terhadap apa yang telah di perbuatnya semasa hidup di dunia. Sekecil apapun amal kebaikan pasti akan mendapatkan balasannya, pun sebaliknya sekecil apapun dosa yang kita lakukan juga akan mendapatkan balsannya. Jika hasilnya baik maka Syurga adalah balasannya sedangkan jika hasilnya jelek maka neraka adalah balasannya. Na'udzubilahi mindzalik...
Hari akhir atau hari kiamat itu  terbagi atas dua (2) jenis yaitu kiamat Syugra (kiamat kecil) dan kiamat Kubra ( kiamat besar).

A. KIAMAT SYUGRA 
Kiamat Syugra di sebut juga dengan nama kiamat keci. Kiamat Syugra adalah kerusakan yang terjadi di dunia seperti bencana alam, kebakaran hutan, gunung meletus dan matinya seseorang. 
Allah SWT telah berfirman dalam surah Ar-rahman ayat 26-27 sebagai berikut :
Sumber:tafsirq.com

Kemudian Allah SWT berfirman dalam surah Al-Imran ayat 185 sebagai berikut :
Sumber:tafsirq.com
B. KIAMAT KUBRA
Kiamat Kubra di sebut juga sebagai kiamat besar. Kiamat kubra adalah saat di tiupnya terompet sangkakala oleh Malikat Israfil sehingga seluruh alam semesta beserta isinya hancur lebur dan binasa. Sebagaimana di jelaskan dalam surah Al-Waqiah di atas pada saat itu bumi di guncang dengan guncangan yang maha dahsyat sehingga hancur lebur seluruh isinya.
ilustrasi kiamat,sumber:pixabay
Waktu datangnya kiamat tidak di ketahui oleh siapapun termasuk Nabi Muhammad SAW pun tidak mengetahui kapan hari kiamat akan datang. Satu - satunya yang mengetahui secara pasti kapan kiamat akan terjadi hanyalah Allah SWT.
Allah berfirman dalam surah Al-A'raf ayat 187 :
Sumber:tafsirq.com

Nabi Muhammad SAW hanya di beritahu tanda - tanda akan datangnya hari kiamat.
Diantara tanda -tanda tersebut yaitu :
a. Tanda - tanda kecil hari kiamat
Diantara tanda - tanda kecil makin dekatnya hari kiamat antara lain :
1. Hamba sahaya atau budak melahirkan tuannya. 
2. Seorang Penggembala kambing hidup bermewah - mewahan di dalam gedung yang megah.
3. Hilangnya ilmu pengetahuan dan menyebar luasnya kebodohan.
4. Perjudian, minuman keras dan perbuatan zina terjadi dimana - mana.
5. Sangat sulit untuk menemukan orang yang mau menerima sedekah.
6. Waktu atau hari terasa sangat pendek.
b. Tanda - tanda besar hari kiamat
Diantara tanda-tanda besar datangnya hari kiamat antara lain :
1. Matahari terbit dari arah dia tenggelam ( barat).
ilustrasi matahari,sumber:pixabay
2. Munculnya binatang besar melata ( dabbah ).
3. Munculnya Dajjal.
4. Munculnya kaum ya'juj dan ma'juj yang suka berbuat kerusakan di bumi.
5. Turunnya kembali Nabi Isa AS ke dunia.

NASIB MANUSIA SETELAH KIAMAT 
Setelah semua mahluk di dunia binasa dan hancurnya dunia, maka kemudian manusia akan melalui beberapa fase kehidupan akhirat yang kekal dan abadi.
Berikut ini adalah beberapa fase tersebut :
1. Yaumul Barzah atau hari penantian
Pengertian Yaumul barzah adalah hari penantian manusia di alam kubur setelah dia mati. Alam barzah merupakan pembatas antara alam dunia dengan alam akhirat. Pada fase ini manusia menunggu datangnya hari kebangkitan yaitu hari dimana seluruh umat manusia yang telah mati di bangkitkan kembali oleh Allah SWT. Pada masa ini manusia hanyalah sendirian, semua harta benda, anak, istri, orang tua tidak ada yang menemani. Satu - satunya yang bisa menemaninya adalah amal shaleh kita selama hidup di dunia.
2. Yaumul Ba'as atau hari kebangkitan
Hari kebangkitan ditandai oleh di tiupnya sangkakala oleh Malaikat Israfil untuk kedua kalinya. Setelah itu maka seluruh umat manusia yang telah mati akan hidup kembali dan di bangkit dari kuburnya.
Allah SWT telah berfirman dalam surah An Nahl ayat 38 :
Sumber:tafsirq.com

Kemudian firman Allah dalam surah Yasin ayat 78 sebagai berikut :
Sumber:tafsirq.com
3. Yaumul Hasyr
Pengertian Yaumul Hasyr adalah hari dimana seluruh umat manusia di kumpulkan di padang Mahsyar. Padang Mahsyar merupakan sebuah padang atau tempat yang luasnya adalah tujuh (4) kali luas langit dan bumi sehingga seluruh umat manusia dapat tertampung di padang Mahsyar tersebut.
Di padang mahsyar seluruh manusia menanti dan menunggu giliran untuk di hisab atau di perhitungkan amalnya semasa di dunia. Keadaan manusia pada saat di padang mahsyar sangat melelahkan, karena panas matahari yang teramat panas sehingga seolah - olah tepat berada di atas unun - ubun mereka terkecuali bagi orang - orang yang berbuat amal shaleh. Mereka sedikitpun tidak merasa kepanasan karena mereka mendapatkan pertolongan dari Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam surah Al-Anam ayat 22 sebagai berikut : 
Sumber:tafsirq.com
4. Yaumul Hisab atau hari perhitungan
Setelah semua manusia berkumpul di padang mahsyar, maka setiap manusia tersebut akan di periksa dan di perhitungkan segala amal perbuatannya semasa hidup di dunia. Sekecil apapun amal kebaikan dan keburukan yang mereka telah lakukan, semuanya akan di hitung dengan sangat terperinci tanpa ada satupun yang terlewatkan.
Ketika itu pula Allah SWT akan mengunci mulut setiap manusia sehingga tidak dapat berbicara, dan atas ijin Allah SWT maka seluruh anggota tubuh manusia yang akan berbicara dan memberikan kesaksian.
Sebagaimana riwayat yang sering kita baca bahwa amalan pertama yang akan di hisab adalah shalat. Apabila baik shalatnya maka akan baik pula seluruh amalannya, sedangkan jika rusak shalatnya maka rusak pulalah semua amalnya. Bagi orang yang semasa hidupnya tidak pernah mengerjakan perintah shalat maka mereka akan di tempatkan didalam neraka Saqar sebagai balasannya. Dan bagi mereka yang sering melalaikan shalatnya maka mereka akan di tempatkan di neraka Wail sebagai balasannya.
Firman Allah SWT dalam surah Al-Mujadilah ayat 6 :
Sumber:tafsirq.com

Kemudian firman Allah dalam surah Al-Insyiqaq ayat 7 dan 8 :
Sumber:tafsirq.com

Kemudian Allah SWT juga berfirman dalam surah Al-Haqq ayat 22 :
Sumber:tafsirq.com
5. Yaumul Mizan atau hari penimbangan
Setelah melewati fase perhitungan maka selanjutnya amal perbuatan manusia akan di timbang dengan sejujur - jujurnya dan  seadil - adilnya dan tidak seorangpun merasa di rugikan. Semua amal perbuatan manusia tersebut tidak ada yang di tambah - tambahkan ataupun dikurangi walau sedikitpun. Hal ini tentu sangat berbeda dengan pengadilan di dunia yang penuh dengan permainan dan ketidakadilan.
Allah berfirman dalam surah Al-Anbiya ayat 47 :
Sumber:tafsirq.com

Kemudian firman Allah SWT dalam Surah Al-Qari’ah  ayat 7 dan 8 :

Sumber:tafsirq.com
6. Yaumul Jaza’  atau hari pembalasan
Setelah selesai di timbang amal perbuatannya, maka selanjutnya setiap manusia akan di berikan balasan yang sebanding dengan amal perbuatannya.
Kemudian mereka akan melewati jembatan siratal mustaqim yaitu jembatan yang menuju ke Syurga yang terbentang di atas neraka jahanam. Bagi mereka yang baik timbangan amalnya akan dengan mudah melewatinya tetapi bagi mereka yang buruk timbangan amalnya maka ia akan terpeleset dan jatuh kedalam neraka jahanam.
Umat yang pertama menyeberangi jembatan siratal mustaqim adalah umat Nabi Muhammad SAW. Hal ini sesuai dengan hadist Rasulullah yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah yaitu " Di bentangkan sebuah titian diantara punggung dua tepi neraka Jahanam, Aku ( Nabi Muhammad SAW ) dan umatkulah yang mula - mula menyeberang".
Ada tiga macam golongan manusia pada hari pembalasan nanti yaitu :
1. Golongan yang masuk kedalam neraka dan kekal didalamnya.
Golongan ini adalah golongan orang - orang kafir yang telah mendustakan agama dan firman Allah SWT.
Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 39 :
Sumber:tafsirq.com
2. Golongan orang - orang yang masuk Syurga selama - lamanya.
Golongan ini adalah golongan orang - orang yang beriman dan beramal shaleh.
Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 25 :
Sumber:tafsirq.com
3. Golongan orang yang masuk neraka dan kemudian masuk ke Syurga
Golongan ini adalah golongan orang - orang beriman yang timbangan amal salahnya lebih ringan, sehingga mereka di masukkan kedalam neraka Hawiyah untuk sementara sampai dengan habis dosa - dosanya. Setelah itu mereka akan di angkat dan dimasukkan kedalam syurga.
Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah Al-Qari'ah ayat 8 dan 9 :
Sumber:tafsirq.com
NAMA - NAMA SYURGA SESUAI DENGAN URUTANNYA
1. Syurga Firdaus ( Jannatul Firdaus )
2. Syurga Na'im ( Jannatul Na'im )
3. Syurga Ma'wa ( Jannatul Ma'wa )
4. Syurga 'Adn ( Jannatul  'Adn )
5. Syurga Khulud ( Jannatul Khulud )
6. Syurga Darussalam ( Jannatul Darussalam )
7. Syurga Darul Maqamah ( Jannatul Darul Maqamah )
NAMA - NAMA NERAKA SESUAI DENGAN URUTANNYA
1. Neraka Jahanam
2. Neraka Laza
3. Neraka Saqar
4. Neraka Sya'ir
5. Neraka Hutamah
6. Neraka Wali
7. Neraka Hawiyah
Mengapa kita harus beriman kepada hari akhir ?
Beriman kepada hari akhir akan menguatkan rasa keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, karena :
1. Dunia dan segala isinya ini pada saatnya nanti akan hancur dan binasa.
2. Mengingatkan diri kita bahwa segala amal perbuatan kita di dunia akan di hisab dan di perhitungkan oleh Allah SWT. 
Kemudian perilaku yang bagaimanakah yang mencerminkan bahwa kita beriman kepada hari akhir ?
Beberapa contoh perilaku yang menunjukkan jika kita beriman kepada hari akhir antara lain :
1. Senantiasa berbuat amal kebaikan kepada orang lain.
2. Rajin beribadah sebagai persiapan kita di akhirat kelak.
3. Berhati - hati dalam segala sikap dan tindakan karena kita yakin bahwa semua amal perbuatan kita akan mendapatkan balasan yang setimpal kelak di akhirat.
4. Berusaha menghindari perbuatan dosa dan kesalahan.
Demikianlah artikel mengenai Iman kepada hari akhir dan juga penjelasannya. Semoga bermanfaat untuk kita dan semakin menambah ketaqwaan kita kepada Allah SWT. 

Reff :
  • www.kisahinspiratifislam.tk
  • www.tafsirq.com
  • Pixabay

0 Response to "Iman Kepada Hari Akhir Dan Penjelasannya"

Post a Comment

Latest post

Mengenal Ilmuwan Muslim Di Bidang Kimia Bagian 2

Melanjutkan postingan sebelumnya tentang Ilmuwan Muslim di bidang kimia berikut ini saya akan share beberapa tokoh Ilmuwan Muslim lainny...