Biografi Tokoh Dan Ilmuwan Muslim | Al-Biruni

Sumber : www.amazon.com
Terlahir dengan nama Abu Rayhan Al-Biruni atau Al-Biruni yakni pada tahun 973M, Beliau adalah seorang Ilmuwan dan cendikiawan muslim yang ahli dalam segala bidang dan disiplin ilmu pengetahuan. Selain sebagai seorang matematikawan beliau juga di kenal sebagai ahli di bidang astronomi, fisika, filsafat, sejarawan, farmasi dan juga seorang penulis ensiklopedia.

Beliau di lahirkan di daerah yang bernama Khawarazmi, wilayah negara Turkmenistan. Pada masa lalu daerah tersebut di kenal dengan nama Khiva, yakni sebuah daerah di kawasan danau Aral di Asia tengah. Pada masa lalu wilayah tersebut masuk ke dalam kekuasaan kekaisaran Persia.

Beliau belajar dan menimba ilmu bidang matematika dan astronomi dari Abu Nashr Mansur. Beliau adalah orang pertama yang mampu membedakan antara istilah astronomi dan astrologi. Selain itu beliau juga menghasilkan banyak karya yang sangat penting dalam bidang astrologi. 

PENCAPAIAN DAN KARYA BESAR AL-BIRUNI

Semasa hidupnya Al-Biruni menulis tidak kurang dari 146 kitab dalam bahasa Persia dan bahasa Arab. Kejeniusan beliau sudah terlihat sejak beliau masih remaja. Pada usia 17 tahun, beliau meneliti garis lintang untuk daerah Kath, Khawarazm dengan menggunakan metode melihat ketinggian matahari. 

Ketika beliau berusia 22 tahun, beliau menulis beberapa kajian mengenai peta, Kartografi atau metode pembuatan peta dan metodologi untuk membuat proyeksi belahan bumi pada bidang datar. 

Ketika berusia 27 tahun, beliau telah mampu menulis sebuah buku tentang hasil kajiannya yang berjudul " Kronologi ". Kemudian beliau juga menulis sebuah buku yang membahas tentang astrolab, buku tentang sistem bilangan desimal, buku astronomi dan sejarah.

Sebanyak 95 buku dari 146 buah buku hasil karya beliau adalah di bidang astronomi dan matematika. Kemudian pada tahun 1031M beliau berhasil merampungkan sebuah buku ensiklopedia astronomi yang sangat panjang yang berjudu " Al-Qanun Almas'udi. Beliau juga melakukan sebuah penelian tentang fase gerhana bulan. 

Selain itu juga, Al-Biruni juga berhasil dalam menyelesaikan sebuah buku atau kitab dari hasil kajiannya tentang rotasi bumi yang berjudul " Miftah-ilm-alhai'a atau dalam bahasa Indonesia di sebut " Kunci untuk astronomi. 

Sebagai seorang Ilmuwan yang mempunyai banyak keahlian, beliau juga mengusai banyak bahasa seperti bahasa Persia, Turki, Arab, Sansekerta, Yahudi dan bahasa Suriah. Salah seorang Ilmuwan yang sering beliau mintakan pendapatnya adalah Ibnu Sina. 

Sebagai bentuk penghargaan atas hasil karyanya yang berjudul Al-Qanun Al Mas'udi, maka Sultan Mas'ud menghadiahkan seekor gajah yang bermuatan penuh perak. Namun beliau tidak mau mengambil hadiah tersebut hingga pada akhirnya hadiah tersebut beliau terima tetapi beliau mengembalikannya   ke kas negara. 

Beliau meninggal pada tanggal 13 Desember tahun 1048M atau dalam usia 75 tahun.

Demikianlah artikel tentang ilmuwan muslim Al-Biruni. Semoga bermanfaat dan berguna bagi kita semua.

Referensi:
www.amazon.com
www.google.com
Buku 1000+ kejayaan sains muslim ( PT Elex Media Komputindo )
Copyright @ www.kisahinspiratifislam.tk

Biografi Tokoh Dan Ilmuwan Muslim | Al-Sufi

Sumber: alchetron.com

Nama asli dari Al-Sufi adalah Abd ar-Rahman bin Umar al-Sufi Abul Husayn. Beliau di lahirkan di kota Rayy, wilayah Persia pada tanggal 9 Desember 903M. Beliau hidup di masa pemerintahan Adud al Dawla, dan beliaupun bahkan tinggal di istana yang terletak di daerah Ishafan, Persia. Pada masa nya beliau adalah salah seorang Ilmuwan astronomi yang sangat terkenal bahkan beliau adalah salah satu dari tiga bintang Ilmuwan yang ada. Dua orang Ilmuwan yang lain adalah Al-Farisi yakni seorang Ilmuwan yang ahli di bidang tata bahasa dan satu lagi adalah Ibnu al-Alam yakni seorang pakar dan ahli di bidang tabel - tabel astronomi.

Kalangan Ilmuwan dari belahan dunia barat mengenal beliau sebagai Azophy. Salah satu karya dari beliau adalah kitab " Suwar al-Kawakib al-Thabita " yang dalam bahasa inggris berjudul " Fixed Star " atau bintang tetap. Buku tersebut di terbitkan pada tahun 903M dan 986M. Buku tersebut antara lain menjelaskan tata letak bintang - bintang yang selalu pada posisinya. Karena nama besar dan jasanya dalam bidang astronomi maka nama beliau pun kemudian di abadikan menjadi sebuah nama kawah di bulan yaitu kawah Azophy serta sebuah planet kecil 12621 yang juga di beri nama Al Sufi sesuai dengan nama beliau.

Karya beliau yang lain adalah menterjemahkan dan memperluas karya - karya dari para astronom Yunani, terutama yaitu naskah " Almagest " karya Cladius Ptolemaeus. Apa yang di lakukan oleh beliau adalah melakukan koreksi terhadap daftar bintang Ptolemaeus tersebut. Selain itu beliau juga menterjemahkan buku " Farnese Atlas " dan " Phenomena ". Salah satu yang di lakukan oleh beliau adalah menghubungkan nama - nama bintang menurut penelitian Yunani dan Arab serta rasi bintangnya.

PENEMUAN BESAR AL-SUFI

1. Al-Sufi adalah orang pertama yang mencatatkan namanya sebagai Ilmuwan yang pertama kali melakukan pengamatannya terhadap galaksi Andromeda pada tahun 964M. Beliau menyebut galaksi Andromeda sebagai sebuah awan kecil yang sebenarnya adalah sebuah galaksi. Ini adalah galaksi pertama selain galaksi Bima Sakti yang di amati oleh manusia dari bumi.

Galaksi Andromeda sendiri di ketahui sebagai sebuah galaksi yang berbentuk spiral dengan jarak kira - kira 2,5 juta tahun cahaya dari bumi. Galaksi Andromeda sendiri terdiri dari sekitar 1 triliyun bintang yang bergerak mendekati galaksi Bima Sakti di mana bumi berada dengan kecepatan sekitar 300 km per detik.

2. Penemuan kedua Al-Sufi adalah mengidentifikasi awan besar Magellan yang terlihat di Yaman namun tidak bisa terlihat dari tempat tinggal beliau di Ishafan. Awan luar angkasa tersebut belum pernah di temukan sebelumnya sampai akhirnya seorang penjelajah yakni Ferdinand Magellan melihat awan tersebut dalam pelayarannya pada tahun 1415M.
Tulisan - tulisan Al-Sufi mengenai awan tersebut akhirnya menjadi referensi pengetahuan bagi dunia barat. Belakangan ini baru di ketahui bahwa awan besar tersebut ternyata adalah sebuah galaksi dan galaksi tersebut akhirnya di sebut Magellan.
Awan besar Magellan tersebut merupakan satelit dari galaksi Bima Sakti, setelah galaksi katai Elips Sagitarius dan galaksi katai Canis Major.

3. Penemuan dan Karya terbesar dari Al-Sufi adalah kitab " al-Kawakib ats Tsabit al-Musawwar " yang merupakan atlas astronomi pertama yang membahas tentang Nebula pada galaksi Andromeda. Selain itu kitab tersebut juga merupakan sebuah atlas paling penting tentang astronomi karena mengungkap perubahan - perubahan yang di alami oleh beberapa bintang utama dalam kurun waktu sepuluh abad. Kitab ini juga merupakan salah satu naskah berilustrasi paling tua yang mengungkap sejumlah temuan dari Cladius Ptolemaeus. Beliau juga menjadi orang pertama yang menjelaskan lebih dari seribu kegunaan astrolab seperti astronomi, navigasi, survey, ketepatan waktu, arah kiblat dan lain sebagainya.

Dengan begitu banyak hasil karya dari beliau maka beberapa waktu yang lalu komunitas Astronomi amatir Iran menggelar sebuah acara kompetisi pengamatan luar angkasa Al-Sufi. Kompetisi ini pertama kali di adakan pada tahun 2006 di sebelah utara provinsi Semman. Kemudian kompetisi yang kedua di adakan pada tahun 2008 di Ladiz, Zahedan. 

Demikianlah artikel mengenai Ilmuwan Muslim Al-Sufi. Semoga artikel ini bisa berguna serta bisa menambah pengetahuan kita semua terutama tentang Ilmuwan muslim yang telah berjasa dan berprestasi dalam berbagai bidang dan disiplin ilmu.

Referensi:
www.google.com
Pixabay
Buku 1000+Ilmuwan Sains Muslim, penerbit PT Elex Media Komputindo.



Biografi Tokoh Dan Ilmuwan Muslim | Al-Tusi

Sumber:www.mahrnews.com
Nasirudin al-Tusi mempunyai nama lengkap Khawaja Muhammad ibnu Muhammad ibnu Hasan Tusi. Beliau di lahirkan daerah yang bernama Tus, Khorasan yang merupakan bagian dari wilayah persia pada tahun 1201M. Beliau merupakan seorang Ilmuwan muslim yang ahli di bidang astronomi, filsafat dan matematika. Beberapa hasil karya dan pemikiran dari beliau masih di pakai hingga zaman modern sekarang ini. Al-Tusi adalah salah satu dari sekian banyak Ilmuwan muslim yang di akui kehebatannya oleh dunia barat. Kalangan dunia barat mengenal beliau dengan nama Tusi. Beliau di anggap dan di pandang sebagai seorang astronom paling unggul setelah eranya Cladius Ptolemaeus dan sebelum masa kejayaan Nicolaus Copernicus.

Pada zamannya Al-Tusi pernah mengkritisi hasil pengamatan Ptolemaeus mengenai pergerakan dan rotasi bumi yang tenang. Namun walaupun demikian beliau tidak sekonyong - konyong menjadi salah seorang pendukung teori rotasi bumi tersebut. Setelah melakukan pengamatan dan memperoleh bukti - bukti ilmiah tentang rotasi bumi akhirnya beliau setuju dengan teori tersebut. Hasil pengamatan beliau kemudian di kembangkan oleh seorang Ilmuwan lain yang bernama Al-Qushji dengan melakukan pengujian dan pengamatan lebih lanjut. Satu hal yang menjadi bukti kehebatan Al-Tusi adalah bahwa argumen yang beliau sampaikan ternyata sama dengan argumen yang di kemukakan oleh Nicolas Copernicus pada tahun 1543M dalam menjelaskan teori rotasi bumi. 

Teori rotasi bumi pada awalnya di kemukakan oleh Ilmuwan asal Yunani yakni Aristoteles dan Cladius Ptolemaeus. Teori tersebut di sebut dengan nama teori Geosentris. Teori tersebut menjelaskan tentang pergerakan benda - benda di alam semesta dengan menjadikan bumi sebagai pusatnya. 

Teori tersebut kemudian di bantah oleh seorang Ilmuwan yang bernama Nicolas Copernicus dengan sebuah teori yang dia sebut Heliosentris. Teori tersebut menjelaskan tentang pergerakan benda - benda di alam semesta dengan menjadikan matahari sebagai poros atau pusatnya. Heliosentris sendiri berasal dari bahasa Yunani yakni Helios yang berarti matahari dan Kentron yang berarti pusat. Teori Heliosentris telah menjadi sebuah perdebatan di kalangan Ilmuwan sejak lama hingga akhirnya pada abad ke-16 di dapatkan sebuah model matematis yang dapat menjelaskan teori tersebut secara lengkap. Model matematika tersebut di temukan oleh seorang ahli astronomi dan matematika yaitu Nicolas Copernicus.

HASIL PENEMUAN DAN KARYA AL-TUSI


  • Kitab " Zij-ilkhani " atau " Tabel Ilkhani ", adalah sebuah kitab dari Al-Tusi yang berisikan tabel astronomi yang di pergunakan untuk menghitung posisi planet - planet dan bintang - bintang. Hasil temuannya tentang sistem planet di anggap sebagai sebuah pemikiran dan pencapaian yang sangat maju pada zamannya, dan di jadikan sebagai pedoman dalam jangka waktu yang sangat lama. Beliau menciptakan sistem planet geosentris yang di namakan " Tusi Couple ", yang menghasilakan sebuah gerakan linier dari penjumlahan dua buah gerakan sirkuler. Beliau menggunakan teknik ini untuk menggantikan teknik Equant yang selalu bermasalah. Teknik Equant adalah teknik yang di ciptakan oleh Claudius Ptolemaeus. Teknik Al-Tusi sendiri kemudian di pakai oleh Ilmuwan yang lain yaitu Al-Shatir dengan teori Geosentrinya dan juga oleh Nicolas Copernicus dengan teori Heliosentrisnya.
  • Kitab " Tadkhira ", di dalam kitab tersebut beliau menuliskan tentang galaksi Bima Sakti yang dalam bahasa inggris disebut " Milky Way " atau jalan susu. Beliau mengungkapkan bahwa sesungguhnya inti dari galaksi Bima Sakti adalah kerumunan dari bintang - bintang kecil dalam jumlah yang sangat banyak dan rapat. Akibat dari itu maka galaksi Bima Sakti terlihat seperti gumpalan awan. Oleh karena itu kemudian galaksi Bima Sakti di hubungkan dengan warna susu. Tiga abad kemudian baru terbukti jika galaksi Bima Sakti terdiri dari bintang - bintang. Bukti tersebut di kemukakan oleh seorang Astronom asal Italia yakni Galileo Galilei pada tahun 1610M. Dengan menggunakan peralatan teleskop dia menyatakan bahwa galaksi Bima Sakti juga terdiri dari sejumlah bintang besar yang sudah tua dan redup. 
  • Observatorium Maragha, di bangun pada masa pemerintahan Hulagu Khan pada tahun 1259M dan mulai di operasikan pada tahun 1262M. Observatorium tersebut merupakan yang termegah dan prestisius pada masa itu. Observatorium tersebut terletak di negara Azarbaijan pada masa sekarang ini. Salah satu peralatan teknologi yang di pakai di observatorium tersebut merupakan karya dari beliau yaitu kuadran Azimuth. Observatorium Maragha menjadi rujukan dan acuan bagi observatorium lainnya seperti observatorium Ulugh Beg dan observatorium Taqi ad-Din.
  • Al-Tusi adalah penemu dari hukum sinus dan tange untuk segitiga. Beliau juga adalah orang yang membuat Trigonometri sebagai disiplin ilmu yang berdiri sendiri dan mandiri lepas dari astronomi. Beliau juga menemukan hukum Tangen untuk segitiga kerucut dan menyelesaikan penjelasan dari hukum tersebut.  Rumus trigonometri tersebut adalah : a/sin a= a/sin b=c/sin c

Atas segala penemuan dan sejumlah karya besarnya tersebut, Al-Tusi mendapatkan penghargaan dari kalangan Ilmuwan yang lain. Nama beliau antara lain di abadikan menjadi sebuah nama kawah di bulan yang berdiameter 60 Km yang terletak pada hemister bagian selatan bulan yakni kawah "Nasireddin".

Nama beliau juga di abadikan sebagai sebuah nama planet minor " 10269 Tusi " yang ditemukan oleh seorang astronom asal Uni Soviet yaitu Nikolai Stepanivich Chernykh pada tahun 1979M.

Selain itu, nama beliau juga di jadikan sebagai nama sebuah universitas di Iran yang bernama unibersitas Toosi University of Technology.

Al-Tusi wafat di kota Baghdad Irak pada tanggal 26 Juni 1274M. 

Demikianlah artikel tentang Ilmuwan muslim Al-Tusi. Semoga berguna dan bisa menambah ilmu pengetahuan kita.

Referensi :
www.google.com
Pixabay
Buku 1000+ Kejayaan Sains Muslim, penerbit PT Elex Media Komputindo

Biografi Tokoh Dan Ilmuwan Muslim | Ulugh Beg

Sumber:tripadvisor.com
Ulugh Beg sebenarnya adalah seorang Sultan, yakni Sultan Khorasan yang juga seorang ahli di bidang astronomi dan matematika. Ulugh Beg di lahirkan di kota Soltaniyah Samarkhand, Iran pada tahun 1394M. Beliau mempunyai nama asli Mirza Muhammad Taraghay bin Shakhrukh Ulugh Beg. Nama Ulugh Beg sendiri sebenarnya adalah sebuah gelar bagi beliau yang bermakna Penguasa Agung. Beliau merupakan seorang cucu dari Timur Leng yang sangat termahsyur dan terkenal sebagai penakluk Asia.

Sebagai seorang Sultan, Ulugh Beg telah menjadikan kota Samarkhand menjadi sebuah kota yang maju dan menjadi pusat kebudayaan serta ilmu pengetahuan bagi kaum muslimin di seluruh dunia. Beliau secara langsung turun tangan ikut melakukan kajian dan melakukan pengamatan terhadap bintang - bintang. Hasil dari pengamatannya bisa di lihat dan di baca antara lain dalam kitab "Zij-i-Djadid-iSultani".

Pada tahun 1420M, Beliau membangun sebuah obserbatorium raksasa di kota Samakhand. Observatorium tersebut di gunakan untuk mengamati planet dan bintang - bintang. Beliau berhasil membuat tabel - tabel astronomi, matahari, bulan, dan planet yang di amati dengan ketelitian dan kecermatan yang sangat tinggi. Bahkan jika kita bandingkan dengan hasil pengamatan yang di lakukan secara modern pada masa sekarang ini di mana sudah menggunakan metode dan teknologi teleskop yang sangat canggih, maka hasil dari pengamatan beliau tidak jauh berbeda. 

Kehebatan Ulugh Beg rupanya juga di akui oleh kalangan Ilmuwan di dunia barat. Bahkan seorang Astronom Jerman yaitu Johann Heinrich Von Madler memberikan sebuah penghargaan terhadap salah satu penemuannya yakni sebuah kawah di bulan yang di beri nama Ulugh Beigh pada tahun 1930M.

Hingga saat ini bangunan - bangunan dan monumen bersejarah peninggalan beliau bisa kita lihat di kota Samarkhand. Bilamana dulu wilayah tersebut adalah sebuah wilayah di bawah kekuasaan Sultan Khorasan, maka sekarang ini wilayah tersebut telah terbagi menjadi beberapa negara antara lain : Uzbhekistan, Kazahstan, Tajikistan, Turkmenistan, Kirgistan, dan Afganistan.

Di balik sejarah penemuan kembali observatorium Ulugh Beg ada andil besar dari seorang arkeolog Rusia yang bernama Vladimir Viyatkin. Dia adalah seorang arkeolog amatir yang secara tidak sengaja menemukan sebuah sextant atau sebuah kuadran berukuran besar pada saat melakukan penggalian. Ternyata kuadran tersebut adalah sebuah bangunan observatorium peninggalan abad ke 15, dimana akhirnya di ketahui bahwa observatorium tersebut adalah merupakan observatorium Ulugh Beg. 

Demikianlah artikel mengenai seorang Ilmuwan Muslim dan seorang Sultan yakni Ulugh Beg. Semoga artikel ini berguna dan bisa menambah wawasan serta ilmu pengetahuan kita semua.

Referensi:
www.google.com
Pixabay
Buku 1000+Kejayaan Sains Muslim ( penerbit PT Elex Media Komputindo )

Biografi Tokoh Dan Ilmuwan Muslim | Al-Zahrawi

Sumber : amazon.com

A. BIOGRAFI SINGKAT AL-ZAHRAWI (TAHUN 936M-1013M)
Nama lengkap dari Al-Zahrawi adalah Abu Al-Qasim Khalaf Ibnu Al-Abbas Az-Zahrawi. Beliau di lahirkan pada tahun 936M di sebuah wilayah yang di sebut Zahra, Cordoba Spanyol. Beliau adalah salah seorang tokoh ilmuwan muslim yang sangat terkenal dan termahsyur.  Dunia barat mengenal beliau sebagai Abucalsis. Beliau wafat di Cordoba pada tahun 1013M atau dua tahun setelah terjadinya penjarahan dan penghancuran di tanah kelahirannya.

B.KARYA - KARYA DARI AL-ZAHRAWI
Sebagai seorang ilmuwan yang menguasai ilmu kedokteran, maka beliau banyak menghasilkan buah karya yang nilainya sangat berharga di abad pertengahan. Beliau bahkan mendapatkan gelar sebagai bapak bedah di bidang kedokteran.
Salah satu karya terbesarnya adalah Al Tasrif yakni sebuah kumpulan tentang praktik kedokteran yang terdiri dari 30 jilid. Di Andalusia atau bangsa moor beliau di kenal sebagai El-Zahrawi. Beliau merupakan seorang dokter kerajaan pada masa pemerintahan Khalifah Al-Hakam II dari kekhalifahan Umayyah.
Salah satu isi dari Al Tasrif adalah tentang gigi dan kelahiran anak. Selama lima abad di masa abad pertengahan buku karya beliau tersebut menjadi sumber utama pengetahuan dalam bidang kedokteran. Selain itu dalam buku Al Tasrif tersebut beliau juga menjelaskan tentang ilmu bedah, orthopedi, opthalmologi, farmakologi serta ilmu kedokteran secara umum. Beliau juga membahas mengenai bidang kosmetika. Beliau mempunyai jasa yang besar dalam perkembangan kosmetika seperti deodoran, hand lotion, dan pewarna rambut yang berkembang hingga sekarang ini.
Popularitas dari Al-Zahrawi sebagai dokter bedah terbaik di dunia menyebar hingga ke Eropa. Tidak mengherankan jika kemudian banyak anak muda yang berdatangan dari seantero Eropa yang ingin belajar kepadanya. Di masa puncak kejayaannya Cordoba memiliki 50 buah Rumah sakit yang memberikan pelayanan terbaik. Beliau menanamkan sebuah prinsip atau kode etik kedokteran yaitu agar tidak menggunakan profesi dokter hanya untuk meraup keuntungan saja.
Sosok dan pemikiran dari beliau begitu di kagumi oleh para dokter dan mahasiswa kedokteran di Eropa. Pada abad ke 14, seorang ahli bedah perancis yakni Guy de Chauliac bahkan mengutip Al Tasrif sebanyak 200 kali. 
Saat ini walaupun Cordoba bukan lagi menjadi kota umat Islam, beliau tetap di berikan kehormatan dengan nama sebuah jalan yakni Calle Albucasis. Di jalan tersebut terdapat sebuah rumah nomor 6 yakni rumah di mana beliau tinggal dulu. Kini rumah tersebut menjadi cagar budaya yang di lindungi oleh pemerintah Spanyol.

Demikianlah sekilas biografi singkat tentang Al-Zahrawi, semoga bisa bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Referensi :
www.google.com

Biografi Tokoh Dan Ilmuwan Muslim | Al-Battani

Al-Battani, Sumber:google.com

A. BIOGRAFI SINGKAT AL-BATTANI (TAHUN 858M-929M)
Nama lengkap dari Al-Battani adalah  Abu  Abdullah Mu'ammad Ibnu Jabir Ibnu Sinan Ar-Raqqi Al-Harrani As-Sabi' Al-Battani. Beliau di lahirkan pada tahun 858M di sebuah wilayah yang di sebut Harran dekat Urfa, Turki bagian tenggara. Beliau adalah salah seorang tokoh ilmuwan muslim yang sangat terkenal bahkan sampai di dunia barat. Di dunia barat beliau di kenal dengan nama Albategnius atau Albategni atau Albategnius
Ayahanda beliau adalah seorang pembuat instrumen ilmiah yang cukup terkenal. Menurut sebagian sejarawan barat beliau adalah termasuk keturunan bangsawan seperti halnya seorang pangeran Arab pada masa kini. Beliau tinggal dan bekerja di Ar-Raqqah, sebuah wilayah di sebelah utara kota Suriah. Beliau wafat di kota Samara pada tahun 929M.

B.KARYA - KARYA DARI AL-BATTANI
Sebagai seorang ilmuwan yang menguasai ilmu tentang astronomi, maka beliau banyak menghasilkan buah karya yang nilainya sangat berharga. Salah satu pencapain terbesar dari beliau adalah penentuan tahun matahari sebagai 365 hari, 5 jam, 46 menit dan 24 detik. Perhitungan tersebut hanya meleset 22 menit dan 2 detik dari perhitungan umum yang kita kenal sekarang ini.
Beliau juga berhasil memperbaiki beberapa karya dari Ilmuwan Yunani Ptolomeus dan berhasil menyusun sebuah tabel astronomi baru tentang matahari dan bulan.  Beliau menemukan perubahan jarak terjauh antara matahi dan bumi yang disebabkan oleh perubahan orbit bumi. Hasil pengukuran - pengukuran dari beliau bahkan lebih akurat daripada hasil pengukuran oleh Nicolaus Copernicus beberapa abad kemudian. 
Nama Al-Battani bahkan di sebut sebanyak 23 kali dalam buku Rebolusi Copernicus. Karya beliau juga menjadi bahan rujukan dari Ilmuan terkenal barat yaitu Johanes Keppler dan Galileo Galilei.

Demikianlah sekilas biografi singkat tentang Al-Battani, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.

Referensi :
www.google.com

Biografi Tokoh Dan Ilmuwan Muslim | Al-Khawarizmi

Al-Khawarizmi, sumber:amazon.com

A. BIOGRAFI SINGKAT AL-KHAWARIZMI (TAHUN 780M-850M)

Nama lengkap dari Al-Khawarizmi adalah Muhammad bin Musa bin Al-Khawarizmi. Beliau di lahirkan pada tahun 780M di sebuah wilayah yang di sebut Khwarizm, Uzbekhistan. Beliau adalah salah seorang tokoh ilmuwan muslim yang sangat terkenal bahkan sampai di dunia barat pun beliau sangat terkenal dan di hormati. Di dunia barat beliau di kenal dengan nama Algorisme atau Algarismo yang mempunyai makna "digit".

Yang menarik dari perjalanan hidup beliau adalah hampir sepanjang hidupnya di habiskan untuk mengajar di sekolah kehormatan di kota Baghdad dimana sekolah tersebut di dirikan pada masa khalifah Bani Abbasyiah Al Ma'un. Beliau juga banyak mempelajari banyak disiplin ilmu, bahkan beliau juga mempelajarai bahasa dan manuskrip sansekerta dan juga Yunani kuno. Beliau wafat di kota Baghdad , Irak pada tahun 850M. 

B.KARYA - KARYA DARI AL-KHAWARIZMI

Sebagai seorang ilmuwan yang menguasai banyak disiplin ilmu pengetahuan, maka beliau banyak menghasilkan buah karya yang nilainya sangat berharga. Sebagai seorang ahli di bidang matematika beliau menulis buku pertamanya yang berjudul " Al Jabar ".

Buku tersebut adalah sebuah buku yang sangat monumental dari beliau karena buku tersebut salah satunya adalah membahas tentang persamaan linear dan notasi kuadrat.

Kata aljabar berasal dari kata Al-Jabr yang mempunyai arti pertemuan, hubungan atau penyelesaian. Karena buku tersebut lah maka beliau sampai dengan sekarang ini di sebut sebagai bapak Aljabar. Selain itu beliau juga menemukan sebuah konsep matematika yang di sebut Algoritma. 

C.PENEMU BILANGAN NOL (0)

Sebelum di temukannya angka bilangan nol oleh beliau para ilmuwan merasa kesulitan dalam mempelajari sebuah perhitungan. Mereka sebelumnya menggunakan sistem abacus yaitu semacam daftar yang menunjukkan angka satuan, puluhan,ratusan, ribuan dan seterusnya. 

Angka nol sendiri dalam bahasa arab mempunyai makna Sifr. Dengan ditemukannya angka nol oleh beliau maka persoalan dan kesulitan yang muncul dalam penyelesaian matematika dapat terselesaikan. Penggunaan angka nol (0) oleh dunia barat di lakukan setelah 250 tahun sejak angka atau bilangan tersebut di temukan oleh beliau.

D. Kitab "Zij al-sindhind " atau " Tabel astronomi ", adalah sebuah karya tulis dari beliau yang isinya antara lain terdiri dari 37 simbol pada perhitungan astronomi dan 116 tabel dengan kalender serta data astrologi. Karya tulis ini juga berisi tentang pergerakan bulan, matahari dan lima planet yang di ketahui pada masa itu. Kitab tersebut menjadi awal dari kejayaan astronomi muslim. Kitab asli dari beliau yang di tulis dalam bahasa Arab telah hilang. Namun versi lain yang di kembangkan oleh seorang astronom muslim Andalusia yaitu Maslama al-Majriti tetap bertahan hingga kini dan kemudian di terjemahkan oleh Adelard dari Bath pada tahun 1126M.

Demikianlah sekilas biografi singkat tentang Al-Khawarizmi, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.

Refferensi :
www.google.com


Buku 1000+ Kejayaan Sains Muslim 

Biografi Tokoh Dan Ilmuwan Muslim | Al-Farabi


Al-Farabi, sumber: google.com
A. BIOGRAFI SINGKAT AL-FARABI (TAHUN 870M-950M)
Nama lengkap dari Al-Farabi adalah Abu Nasir Muhammad bin Al-Farakh Al-Farabi. Beliau di lahirkan pada tahun 872M di sebuah wilayah yang di sebut Farab, Kazhakhstan. Beliau adalah salah seorang tokoh ilmuwan muslim yang sangat terkenal bahkan di dunia barat sekalipun. Dalam literatur barat beliau di kenal dengan nama Alpharabius dan juga Abu Nasir. Sejak kecil beliau telah mempunyai kecerdasan yang sangat istimewa dan luar biasa, sehingga dengan mudah bisa menguasai hampir setiap pelajaran yang beliau pelajari.
Di masa - masa awal pendidikannya, beliau mempelajari tentang Al-Qur'an, kesusasteraan, tata bahasa dan juga tentang aritmatika dasar. Selama tinggal di Bukhara Kazhakhstan beliau banyak mempelajari tentang ilmu - ilmu agama Islam dan juga musik. Kemudian beliau pergi ke Baghdad Irak untuk melanjutkan menuntut ilmunya selama kurang lebih 20 tahun. Beliau wafat di Damaskus, Suriah pada tahun 950M. 

B. KARYA - KARYA DARI AL-FARABI
Sebagai seorang ilmuwan yang menguasai banyak disiplin ilmu pengetahuan, maka beliau banyak menghasilkan buah karya yang nilainya sangat berharga, diantaranya adalah buku-buku tentang sosiologi. Beliau banyak mempelajari dan mendalami karya - karya dari para filsuf Yunani seperti Plato, Aristoteles dan Plotinus. Jika Aristoteles mendapatkan gelar sebagai guru pertama di bidang ilmu filsafat maka beliau di kenal sebagai " guru kedua " dalam bidang ilmu filsafat. 
Buah karya yang sangat monumental dari beliau adalah sebuah karya tulis tentang psikologi yaitu " Sosial Psikologi " dan " Prinsip Opini dari Penduduk Kota Yang Berbudi luhur ". Karya tulis tersebut bahkan di nobatkan sebagai karya tulis pertama di dunia yang berhubungan dengan psikologi sosial. 
Yang di maksud dengan psikologi sosial adalah sebuah pelajaran tentang hubungan manusia dengan kelompok manusia yang lain. Prinsip dasar dari psikologi sosial menurut beliau adalah bahwa seseorang yang tersisihkan tidak akan bisa mencapai semua kesempurnaan tanpa bantuan dari orang lain. 

Demikianlah sekilas biografi singkat tentang Al-Farabi beserta karya - karyanya, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.

Refferensi :
www.google.com
Buku 1000+ Kejayaan Sains Muslim 

About us

Assalamui'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Selamat datang di Blog saya www.kisahinspiratifislam.tk. Blog ini saya peruntukkan bagi siapa saja yang ingin mengetahui dan memperdalam pengetahuan tentang agama Islam.
Tujuan dari Blog ini saya tulis adalah sebagai sarana dalam  memberikan Informasi dan juga refferensi buat teman - teman semua.



Saya menyadari bahwa blog saya ini masih jauh dari kata lengkap apalagi sempurna, ini karena saya juga dalam tahap terus belajar dalam membuat blog secara baik dan benar.
Untuk itu komentar dan saran sangat kami harapkan dari teman - teman semua terhadap artikel yang saya posting demi perbaikan di masa mendatang.
Teman - teman bisa kontak saya via :
Tlpn/WA : 081287155326
Email : pramonosutrisno@gmail.com & pramonosutrisno@yahoo.com


Demikian penjelasan dari blog yang saya saya bangun ini, semoga bermanfaat untuk anda dan teman - teman semua.



Wassalamu'alaikum Waramatullahi Wabarakaatuh.

Kandungan Makna Surah Al-Ashr


Keindahan alam, sumber:pixabay 
www.kisahinspiratifislam.tk-Kita tentu pernah mendengar sebuah kata  - kata bijak " Waktu yang telah berlalu tidak akan bisa ulang kembali" dan ternyata kata - kata ini tentulah benar adanya. Waktu akan terus berjalan dan berputar serta tidak akan kembali walau sedetikpun. Apa yang sudah kita lakukan di masa lalu kita tidak bisa ulangi lagi. Satu - satunya hal yang bisa kita lakukan adalah ketika kita menyadari bahwa apa yang telah kita perbuat di masa lalu adalah sebuah kesalahan, maka kita harus memperbaiki diri kita agar kesalahan tersebut tidak terjadi lagi di masa mendatang.
Sebagai seorang muslim bagaimana sikap kita dalam memanfaatkan waktu yang telah Allah SWT berikan kepada kita ? Allah SWT telah berfirman dalam surah Al-Ashr sebagai berikut :
Surah Al-Ashr ,sumber:www.quran30.net
Allah SWT telah menyatakan bahwasannya setiap manusia senantiasa dalam kerugian terkecuali orang - orang yang beriman dan beramal shaleh serta saling nasehat dan menasehati dalam hal kebaikan.
Bagi seorang muslim, kita bisa membagi waktu atau masa kedalam tiga hal, yaitu masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Kemudian bagaimana penjelasan dan makna dari ketiga macam hal tersebut ?

1. Masa Lalu
Setiap muslim dan orang yang beriman harus memahami masa lalunya. Dari mana asal kita dan siapakah yang menciptakan kita sehingga kita ada sekarang ini. Pertanyaan itu akan membawa kita kepada satu hal yakni  Allah SWT lah dzat yang telah menciptakan diri kita. Sebagai sebuah ciptaan maka kedudukan kita hanyalah seorang hamba di hadapan Allah SWT, sehingga kita tidak pantas untuk menyombongkan diri kita di hadapan Allah SWT. Dengan menyadari siapa dan bagaimana kedudukan kita maka sudah sepantasnyalah kita harus mematuhi segala apa yang di perintahkan oleh Allah SWT dan menjauhi segala apa yang menjadi laranganNYA. 
ilustrasi Masa lalu, sumber:pixabay
2. Masa Sekarang 
Setelah memahami tentang masa lalu kita, maka selanjutnya bagaimanakah sikap seorang muslim dalam mengisi masa sekarang ?
Masa sekarang adalah masa dimana kita hidup sekarang di dunia ini. Tugas utama kita hidup di dunia ini tidak lain adalah beribadah kepada Allah SWT. Di tengah globalisasi zaman yang semakin modern ini, kita tidak boleh melupakan tugas kita tersebut. Kita tidak boleh silau dan terlena dengan kemewahan dunia karena sesungguhnya dunia ini hanyalah sebuah tempat antara dimana kita mempersiapkan bekal yang cukup untuk di bawa ke tempat tujuan kita yakni akhirat. Jika kita terlena dan silau dengan dunia, maka kita sesungguhnya termasuk kedalam golongan yang Allah SWT sebutkan dalam surah Al-Ashr diatas yaitu orang yang berada dalam kerugian.
ilustrasi Masa sekarang, sumber:pixabay
3.Masa Depan
Seorang muslim juga harus tahu dan memahami kemana kita akan pergi di masa depan. Sebelumnya kita telah mengetahui bahwa kita adalah mahluk ciptaan Allah SWT. Oleh karena itu harus tahu bahwa kita kelak akan kembali kepada Sang pemilik dan Pencipta diri kita tersebut. Dengan memahami masa depan maka seorang muslim tentu akan mempersiapkan segala sesuatu nya sebagai bekal kelak. Memanfaatkan waktu yang telah Allah SWT berikan dengan berbuat kebaikan kepada sesama mahluk ciptaan Allah SWT. Saling menasihati kepada sesama manusia dalam kebaikan. Dengan demikian maka kita tidak termasuk kedalam golongan orang yang merugi.
ilustrasi Masa depan, sumber: pixabay
Demikianlah sikap seorang muslim dalam memanfaatkan waktu yang Allah SWT telah berikan kepadanya. Dengan memahami dan menghayati apa yang terkandung dalam surah Al-Ashr tersebut maka akan membuat diri kita semakin beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.
Salam

Referensi :
Buletin jumat Masjid Jami' Al-Qobul Tangerang
Image by pixabay