Mengenal Ilmuwan Muslim ( Al-Tusi )

Sumber:www.mahrnews.com
Nasirudin al-Tusi mempunyai nama lengkap Khawaja Muhammad ibnu Muhammad ibnu Hasan Tusi. Beliau di lahirkan daerah yang bernama Tus, Khorasan yang merupakan bagian dari wilayah persia pada tahun 1201M. Beliau merupakan seorang Ilmuwan muslim yang ahli di bidang astronomi, filsafat dan matematika. Beberapa hasil karya dan pemikiran dari beliau masih di pakai hingga zaman modern sekarang ini. Al-Tusi adalah salah satu dari sekian banyak Ilmuwan muslim yang di akui kehebatannya oleh dunia barat. Kalangan dunia barat mengenal beliau dengan nama Tusi. Beliau di anggap dan di pandang sebagai seorang astronom paling unggul setelah eranya Cladius Ptolemaeus dan sebelum masa kejayaan Nicolaus Copernicus.

Pada zamannya Al-Tusi pernah mengkritisi hasil pengamatan Ptolemaeus mengenai pergerakan dan rotasi bumi yang tenang. Namun walaupun demikian beliau tidak sekonyong - konyong menjadi salah seorang pendukung teori rotasi bumi tersebut. Setelah melakukan pengamatan dan memperoleh bukti - bukti ilmiah tentang rotasi bumi akhirnya beliau setuju dengan teori tersebut. Hasil pengamatan beliau kemudian di kembangkan oleh seorang Ilmuwan lain yang bernama Al-Qushji dengan melakukan pengujian dan pengamatan lebih lanjut. Satu hal yang menjadi bukti kehebatan Al-Tusi adalah bahwa argumen yang beliau sampaikan ternyata sama dengan argumen yang di kemukakan oleh Nicolas Copernicus pada tahun 1543M dalam menjelaskan teori rotasi bumi. 

Teori rotasi bumi pada awalnya di kemukakan oleh Ilmuwan asal Yunani yakni Aristoteles dan Cladius Ptolemaeus. Teori tersebut di sebut dengan nama teori Geosentris. Teori tersebut menjelaskan tentang pergerakan benda - benda di alam semesta dengan menjadikan bumi sebagai pusatnya. 

Teori tersebut kemudian di bantah oleh seorang Ilmuwan yang bernama Nicolas Copernicus dengan sebuah teori yang dia sebut Heliosentris. Teori tersebut menjelaskan tentang pergerakan benda - benda di alam semesta dengan menjadikan matahari sebagai poros atau pusatnya. Heliosentris sendiri berasal dari bahasa Yunani yakni Helios yang berarti matahari dan Kentron yang berarti pusat. Teori Heliosentris telah menjadi sebuah perdebatan di kalangan Ilmuwan sejak lama hingga akhirnya pada abad ke-16 di dapatkan sebuah model matematis yang dapat menjelaskan teori tersebut secara lengkap. Model matematika tersebut di temukan oleh seorang ahli astronomi dan matematika yaitu Nicolas Copernicus.

HASIL PENEMUAN DAN KARYA AL-TUSI


  • Kitab " Zij-ilkhani " atau " Tabel Ilkhani ", adalah sebuah kitab dari Al-Tusi yang berisikan tabel astronomi yang di pergunakan untuk menghitung posisi planet - planet dan bintang - bintang. Hasil temuannya tentang sistem planet di anggap sebagai sebuah pemikiran dan pencapaian yang sangat maju pada zamannya, dan di jadikan sebagai pedoman dalam jangka waktu yang sangat lama. Beliau menciptakan sistem planet geosentris yang di namakan " Tusi Couple ", yang menghasilakan sebuah gerakan linier dari penjumlahan dua buah gerakan sirkuler. Beliau menggunakan teknik ini untuk menggantikan teknik Equant yang selalu bermasalah. Teknik Equant adalah teknik yang di ciptakan oleh Claudius Ptolemaeus. Teknik Al-Tusi sendiri kemudian di pakai oleh Ilmuwan yang lain yaitu Al-Shatir dengan teori Geosentrinya dan juga oleh Nicolas Copernicus dengan teori Heliosentrisnya.
  • Kitab " Tadkhira ", di dalam kitab tersebut beliau menuliskan tentang galaksi Bima Sakti yang dalam bahasa inggris disebut " Milky Way " atau jalan susu. Beliau mengungkapkan bahwa sesungguhnya inti dari galaksi Bima Sakti adalah kerumunan dari bintang - bintang kecil dalam jumlah yang sangat banyak dan rapat. Akibat dari itu maka galaksi Bima Sakti terlihat seperti gumpalan awan. Oleh karena itu kemudian galaksi Bima Sakti di hubungkan dengan warna susu. Tiga abad kemudian baru terbukti jika galaksi Bima Sakti terdiri dari bintang - bintang. Bukti tersebut di kemukakan oleh seorang Astronom asal Italia yakni Galileo Galilei pada tahun 1610M. Dengan menggunakan peralatan teleskop dia menyatakan bahwa galaksi Bima Sakti juga terdiri dari sejumlah bintang besar yang sudah tua dan redup. 
  • Observatorium Maragha, di bangun pada masa pemerintahan Hulagu Khan pada tahun 1259M dan mulai di operasikan pada tahun 1262M. Observatorium tersebut merupakan yang termegah dan prestisius pada masa itu. Observatorium tersebut terletak di negara Azarbaijan pada masa sekarang ini. Salah satu peralatan teknologi yang di pakai di observatorium tersebut merupakan karya dari beliau yaitu kuadran Azimuth. Observatorium Maragha menjadi rujukan dan acuan bagi observatorium lainnya seperti observatorium Ulugh Beg dan observatorium Taqi ad-Din.
  • Al-Tusi adalah penemu dari hukum sinus dan tange untuk segitiga. Beliau juga adalah orang yang membuat Trigonometri sebagai disiplin ilmu yang berdiri sendiri dan mandiri lepas dari astronomi. Beliau juga menemukan hukum Tangen untuk segitiga kerucut dan menyelesaikan penjelasan dari hukum tersebut.  Rumus trigonometri tersebut adalah : a/sin a= a/sin b=c/sin c

Atas segala penemuan dan sejumlah karya besarnya tersebut, Al-Tusi mendapatkan penghargaan dari kalangan Ilmuwan yang lain. Nama beliau antara lain di abadikan menjadi sebuah nama kawah di bulan yang berdiameter 60 Km yang terletak pada hemister bagian selatan bulan yakni kawah "Nasireddin".

Nama beliau juga di abadikan sebagai sebuah nama planet minor " 10269 Tusi " yang ditemukan oleh seorang astronom asal Uni Soviet yaitu Nikolai Stepanivich Chernykh pada tahun 1979M.

Selain itu, nama beliau juga di jadikan sebagai nama sebuah universitas di Iran yang bernama unibersitas Toosi University of Technology.

Al-Tusi wafat di kota Baghdad Irak pada tanggal 26 Juni 1274M. 

Demikianlah artikel tentang Ilmuwan muslim Al-Tusi. Semoga berguna dan bisa menambah ilmu pengetahuan kita.

Referensi :
www.google.com
Pixabay
Buku 1000+ Kejayaan Sains Muslim, penerbit PT Elex Media Komputindo

0 Response to "Mengenal Ilmuwan Muslim ( Al-Tusi )"

Post a Comment

Latest post

Mengenal Ilmuwan Muslim ( Ibnu Haytham )

Sumber : thefamouspeople.com Abu Ali Muhammad al-Hasan ibnu al-Haytham, lahir di kota Basra Iraq pada tahun 965M. Setelah cukup lama ...