Mengenal Ilmuwan Muslim (Ulugh Beg)

Sumber:tripadvisor.com
Ulugh Beg sebenarnya adalah seorang Sultan, yakni Sultan Khorasan yang juga seorang ahli di bidang astronomi dan matematika. Ulugh Beg di lahirkan di kota Soltaniyah Samarkhand, Iran pada tahun 1394M. Beliau mempunyai nama asli Mirza Muhammad Taraghay bin Shakhrukh Ulugh Beg. Nama Ulugh Beg sendiri sebenarnya adalah sebuah gelar bagi beliau yang bermakna Penguasa Agung. Beliau merupakan seorang cucu dari Timur Leng yang sangat termahsyur dan terkenal sebagai penakluk Asia.

Sebagai seorang Sultan, Ulugh Beg telah menjadikan kota Samarkhand menjadi sebuah kota yang maju dan menjadi pusat kebudayaan serta ilmu pengetahuan bagi kaum muslimin di seluruh dunia. Beliau secara langsung turun tangan ikut melakukan kajian dan melakukan pengamatan terhadap bintang - bintang. Hasil dari pengamatannya bisa di lihat dan di baca antara lain dalam kitab "Zij-i-Djadid-iSultani".

Pada tahun 1420M, Beliau membangun sebuah obserbatorium raksasa di kota Samakhand. Observatorium tersebut di gunakan untuk mengamati planet dan bintang - bintang. Beliau berhasil membuat tabel - tabel astronomi, matahari, bulan, dan planet yang di amati dengan ketelitian dan kecermatan yang sangat tinggi. Bahkan jika kita bandingkan dengan hasil pengamatan yang di lakukan secara modern pada masa sekarang ini di mana sudah menggunakan metode dan teknologi teleskop yang sangat canggih, maka hasil dari pengamatan beliau tidak jauh berbeda. 

Kehebatan Ulugh Beg rupanya juga di akui oleh kalangan Ilmuwan di dunia barat. Bahkan seorang Astronom Jerman yaitu Johann Heinrich Von Madler memberikan sebuah penghargaan terhadap salah satu penemuannya yakni sebuah kawah di bulan yang di beri nama Ulugh Beigh pada tahun 1930M.

Hingga saat ini bangunan - bangunan dan monumen bersejarah peninggalan beliau bisa kita lihat di kota Samarkhand. Bilamana dulu wilayah tersebut adalah sebuah wilayah di bawah kekuasaan Sultan Khorasan, maka sekarang ini wilayah tersebut telah terbagi menjadi beberapa negara antara lain : Uzbhekistan, Kazahstan, Tajikistan, Turkmenistan, Kirgistan, dan Afganistan.

Di balik sejarah penemuan kembali observatorium Ulugh Beg ada andil besar dari seorang arkeolog Rusia yang bernama Vladimir Viyatkin. Dia adalah seorang arkeolog amatir yang secara tidak sengaja menemukan sebuah sextant atau sebuah kuadran berukuran besar pada saat melakukan penggalian. Ternyata kuadran tersebut adalah sebuah bangunan observatorium peninggalan abad ke 15, dimana akhirnya di ketahui bahwa observatorium tersebut adalah merupakan observatorium Ulugh Beg. 

Demikianlah artikel mengenai seorang Ilmuwan Muslim dan seorang Sultan yakni Ulugh Beg. Semoga artikel ini berguna dan bisa menambah wawasan serta ilmu pengetahuan kita semua.

Referensi:
www.google.com
Pixabay
Buku 1000+Kejayaan Sains Muslim ( penerbit PT Elex Media Komputindo )

0 Response to "Mengenal Ilmuwan Muslim (Ulugh Beg)"

Post a Comment

Latest post

Mengenal Ilmuwan Muslim ( Ibnu Haytham )

Sumber : thefamouspeople.com Abu Ali Muhammad al-Hasan ibnu al-Haytham, lahir di kota Basra Iraq pada tahun 965M. Setelah cukup lama ...