Ilmuwan Muslim Paling Berpengaruh Di Bidang Kimia bagian 1


Sumber:pinterest

Apakah yang di sebut ilmu kimia itu ? Menurut asal usulnya kata kimia adalah sebuah kata yang berasal dari bahasa arab. Kimia adalah ilmu yang mempelajari tentang komposisi, struktur, dan sifat zat atau materi. Kimia sering pula di sebut sebagai " ilmu pusat" karena ilmu kimia menghubungkan bermacam - macam jenis ilmu yang lain, seperti ilmu fisika, ilmu biologi, ilmu kedokteran dan ilmu geologi. Kemudian seiring berjalannya waktu seirang Kimiawan muslim yang bernama Abu Musa Jabir bin Hayyan dan Paracelsus mengembangkan ilmu kimia menjauh dari filsafat dan mistisme dengan mengembangkan pendekatan yang lebih sistematis dan ilmiah. Ilmu kimia yang kita kenal sekarang ini adalah merupakan ilmu kimia yang di kembangkan oleh seorang Kimiawan yang bernama Antoine Lavoisier yang terkenal dengan hukum kekekalan masanya pada tahun 1783 Masehi.

Untuk lebih mengenal ilmuwan muslim yang telah banyak menyumbangkan karya besarnya di bidang kimia, dibawah ini saya akan coba share beberapa ilmuwan muslim beserta karyanya yang telah berperan besar dalam perkembangan umat manusia.

1. JABIR BIN HAYYAN (Bapak Ilmu Kimia).

Beliau di lahirkan di kota Kuffah Iraq pada tahun 750 Masehi. Beliau mempunyai nama lengkap Abu Musa Jabir bin Hayyan, dan kalangan dunia barat lebih mengenal beliau dengan nama Geber. 

Beliau adalah seorang ilmuwan yang telah merintis tentang hukum perbandingan tetap. Beliau senantiasa melakukan sebuah percobaan dengan sistematis sehingga setiap percobaan yang beliau lakukan dapat di reproduksi kembali. Beliau menekankan bahwa kuantitas zat berhubungan dengan reaksi kimia yang terjadi. 

Hasil karya dari Jabir bin Hayyan antara lain :
  • Penyempurnaan dalam teori kristalisasi, distilasi, sublimasi dan penguapan. Beliau juga mengembangkan peralatan untuk melakukan proses - proses tersebut. Satu hal yang luar biasa adalah beliau mampu mengubah pandangan tentang berbagai macam kejadian alam yang pada saat itu di anggap sebagai sesuatu yang tidak dapat di perkirakan menjadi sebuah ilmu sains yang dapat di mengerti dan di pelajari oleh umat manusia.
  • Kitab Al-Kimya, atau di kenal dengan nama "Buku Komposisi Kimia". Banyak penemuannya yang telah di tuangkan dalam buku tersebut. Beliau adalah penemu dari asam klorida, asam nitrat, asam sitrat dan asam asetat. Bahkan beliau jugalah yang telah menemukan larutan Aqua regia yang di gunakan untuk melarutkan emas. Beliau juga telah mampu mengaplikasikan penemuannya di bidang kimia dalam pembuatan besi dan pencegahan karat. Tahukah anda bahwa kata " Alkali " yang kita kenal sekarang ini adalah merupakan hasil karya dari beliau ?
Ada sedikit perbedaaan pendapat mengenai asal usul dari Jabir bin Hayyan. Pendapat pertama mengatakan bahwa beliau adalah orang yang berasal dari persia yakni dari Khorasan yang kemudian pindah ke Kuffah, Iraq. Pendapat yang kedua mengatakan bahwa Jabir bin Hayyan berasal dari Suriah dan kemudian pindah ke Persia dan ke Kuffah, Iraq. Latar belakang dari etnis Beliau pun tidak jelas, akan tetapi mayoritas pendapat mengatakan bahwa Beliau adalah orang Persia. Dan satu hal yang pasti bahwa guru dari beliau bernama Wasir Barmaki yang hidup pada masa pemerintahan Khalifah Harun Al-Rasyid di Baghdad, Iraq.

2. KHALID BIN YAZID (Penemu bubuk Mesiu).

Meskipun sejumlah ahli telah menyepakati bahwa bubuk mesiu pertama kali di temukan pada peradaban Tiongkok, tepatnya pada abad ke 9 Masehi, namun beberapa literatur dan fakta sejarah juga mengatakan bahwa ada seorang ilmuwan muslim yakni pada abad ke 7 Masehi telah mengenal Potassium Nitrat atau KNO. Seperti kita ketahui bahwa Potassium Nitrat ini adalah bahan dasar untuk membuat bubuk mesiu. Ilmuwan muslim tersebut bernama Khalid bin Yazid. 



Rumus - rumus tentang pembuatan mesiu dari Khalid bin Yazid dapat di temukan dalam karya - karya dari Jabir bin Hayyan yang wafat pada tahun 815 Masehi, karya Abu Bakar ar-Razi yang wafat pada tahun 932 Masehi. Dalam dunia Islam nama Potassium Nitrat sendiri mempunyai bermacam - macam nama seperti Natrun, Buraq, Milh al-ha'it dan Shabb Yamani. 

3. IBNU BAKHTAWAIH (Pemurnian Potassium Nitrat).

Salah satu keunggulan peradaban Islam di bandingkan dengan peradaban Tiongkok dalam bidang pembuatan bubuk mesiu adalah adanya proses pemurnian dari Potassium Nitrat. Terdapat dua macam proses pemurnian Potassium Nitrat yang tercantum dalam naskah berbahasa Arab, di mana salah satunya adalah naskah pemurnian yang di tulis Ibnu Bakhtawiah ini. Dalam bukunya yang berjudul " Al-Muqaddimat" Al-Bakhtawiah menjelaskan tentang proses pembekuan air menggunakan Potassium Nitrat yang di sebut sebagai " Shabb Yamani".



4. IBNU SINA (Aromaterapi dan Buku Ramuan).

Ibnu Sina selain di kenal sebagai Bapak pengobatan modern, beliau juga di kenal sebagai ahli kimia. Beliau menggunakan teknik penyulingan untuk dapat menghasilkan minyak essential seperti intisari mawar yang kelak menjadi cikal bakal atau dasar teknik pengobatan aromaterapi.



Ada empat buah karya dari Ibnu Sina dalam bidang kimia yang telah di terjemahkan kedalam bahasa latin. Diantaranya adalah " Liber Aboali Abincine de Anima in Arte Alchemiae" yang berpengaruh besar di kalangan bangsa Eropa pada abad pertengahan. Kemudian selanjutnya adalah kitab "al-Shifa" atau " Buku Ramuan". Di dalam buku tersebut beliau mengklarifikasi mineral kedalam bebatuan dan zat lebur seperti sulfur dan garam.

5. AL-TUSI (Hukum Kekekalan Masa)

Selain di kenal sebagai seorang Astronom yang handal, Al-Tusi juga adalah seorang ilmuwan yang ahli di bidang kimia. Beliau adalah orang pertama yang mencetuskan tentang hukum kekekalan massa.  Menurut Al-Tusi zat di dalam tubuh tidak bisa menghilang sepenuhnya. Zat tersebut hanya mengubah bentuk, kondisi, komposisi dan warna yang berbeda. Hukum kekekalan massa ini berlaku pada reaksi kimia. Hukum kekekalan massa akhirnya di rumuskan oleh Antoine Lavoisier pada tahun 1799 Masehi atau 500 tahun setelah gagasan awalnya di cetuskan oleh Al-Tusi.

Demikianlah artikel tentang Ilmuwan muslim bidang kimia bagian 1. Semoga bermanfaat dan semakin menambah wawasan ensiklopedia anda.

Referensi:
Buku 1000+ Kejayaan Muslim Terbesar, penerbit PT Elex Media Komputindo

Ilmuwan Muslim Paling Berpengaruh Di Bidang Matematika Bagian 2


Sumber:pixabay

Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya yakni Mengenal Ilmuwan muslim di bidang matematika bagian 1 Link.

Pada artikel kali ini saya akan share beberapa orang dan tokoh ilmuwan muslim di bidang matematika yang lain, yakni :

1. AL - MAHANI ( Sang penemu pangkat tiga ).

Al-Mahani merupakan seorang ilmuwan di bidang matematika dan astronomi yang berasal dari sebuah kota yakni kota Mahan provinsi Kerman, Iran. Beliu banyak melakukan riset dan penelitian tentang gerhana bulan , gerhana matahari dan juga penelitian tentang konjungsi planet - planet. Hasil penelitiannya banyak menjadi rujukan oleh ilmuwan - ilmuwan yang lain di antaranya yaitu Ibnu Yunus.  Beliau juga banyak memberikan komentar atas penemuan Euklidas dan juga Archimedes. Salah satu penelitiannya adalah menyelesaikan masalah Archimedes.  Hasil penelitian tentang Archimedes ini kemudian membawanya kepada sebuah penemuan tentang fungsi kubik atau pangkat tiga. Penemuan tersebut akhirnya membuat ilmuwan yang lain untuk memberikan nama sebagai persamaan Mahani. 

Adapun notasi dari pangkat tiga yang di tulis oleh Al-Mahani adalah seperti pada gambar berikut ini :


2. ABU AL-WAFA BUZJANI

Nama asli dari beliau adalah Abu al-Wafa Muhammad ibnu Muhammad ibnu Yahya ibnu Ismail al-Buzjani. Beliau di lahirkan di kota Khorasan pada tahun 940 Masehi. Abu al-Wafa Buzjani adalah salah seorang ilmuwan terkemuka muslim di bidang Matematika dan astronomi. Sejak kecil bakat kecerdasan beliau memang sudah tampak pada dua bidang  ilmu tersebut. 

Beliau belajar ilmu matematika kepada pamannya yang bernama Abu Umar al-Maghazli dan Abu Abdullah Muhammad ibnu Ataba. Ketika belajar matematika beliau juga banyak mempelajari tentang geometri dari Abu Yahya al-Marudi dan Abu al-Ala' ibnu Karnib. Dalam bidang ilmu geometri ini beliau banyak memberikan kontribusi yang sangat penting terutama pada pemecahan soal - soal geometri dengan menggunakan kompas. Beliau merupakan orang pertama yang mencetuskan tentang teori relatif segitiga parabola. 


Selain itu beliau juga mengembangkan sebuah metode baru tentang konstruksi bangun segiempat. Beliau juga menemukan rumus sinus untuk sebuah segitiga parabola yang mirip dengan hukum sinus yang kita kenal sekarang. Salah satu kontribusi penting dari beliau yang lain adalah mengembangkan fungsi tangen. Beliau juga menemukan tabel relasi identitas tentang trigonometri dan memperkenalkan simbol secan dan cosecan untuk pertama kalinya. 

Notasi rumus segitiga yang di tulis oleh beliau tampak dalam gambar berikut ini :


Note : huruf besar menandakan satu sisi sedangkan huruf kecil menandakan sisi yang lainnya.

3. ABU NASHR MANSUR

Beliau di lahirkan di Kwarizm Persia pada tahun 970 Masehi. Beliau mempunyai nama asli Abu Nashr Mansur bin Ali ibnu Iraq. Beliau merupakan seorang ilmuwan yang ahli di bidang matematika dan astronomi. Beliau merupakan guru dari seorang ilmuwan terkemuka muslim yang lain yakni Al-Biruni. 

Satu penemuannya yang terkenal adalah mengenai cara menyelesaikan perhitungan hukum sinus untuk benda yang berbentuk bulat. 

Berikut adalah notasi perhitungan sinus untuk benda yang berbentuk bulat yang di tulis oleh beliau :


Demikianlah artikel tentang ilmuwan muslim di bidang matematika bagian 2.
Semoga bermanfaat dan berguna untuk anda dan kita semua.

Referensi:
Pixabay
Buku 1000+ Kejayaan Sains Muslim penerbit PT Elex Media Komputindo

Ilmuwan Muslim Paling Berpengaruh Di Bidang Matematika bagian 1


Sumber:google.com

1. AL-QALASADI

Tahukah kamu siapa penemu simbol - simbol operasi bilangan dalam bidang ilmu matematika yang kita kenal sekarang ini ? Siapakah penemu simbol (+) untuk operasi penjumlahan, simbol (-) untuk operasi pengurangan, simbol (x) untuk operasi perkalian dan simbol (/) untuk operasi pembagian ? 



Ternyata  penemu dari simbol - simbol tersebut adalah seorang Ilmuwan muslim yang ahli di bidang matematika yang bernama Al-Qalasadi. Sebenarnya Al-Qalasadi memperkenalkan simbol - simbol tersebut dengan menggunakan karakter dalam bahasa Arab. Beliau menggunakan huruf Arab "Waw" yang berarti "Dan" untuk penjumlahan, huruf "Illa" yang berarti "kurang" untuk pengurangan, huruf "Fi" yang berarti "kali" untuk perkalian dan huruf "Ala" yang berarti "bagi" untuk operasi pembagian.

Sumber:pixabay

Al-Qalasadi mempunyai nama asli Abu Al-Hasan ibnu 'Ali ibnu Muhammad ibnu 'Ali al-Qalasadi. Beliau di lahirkan di kota Andalusia pada tahun 1412 Masehi, atau tepatnya di sebuah kota kecil yakni kota Baza wilayah terpencil kerajaan Nasri Granada. Beliau menghabiskan waktu selama tujuh tahun dengan belajar pada seorang cendikiawan Berber terutama Ibnu Zaghu. Hasil karyanya dalam bidang matematika berisi perhitungan yang akurat untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari - hari antara lain komposisi bahan obat - obatan, jumlah air pada saluran - saluran , irigasi dan sebagainya. Beliau kemudian Wafat pada tahun 1486 Masehi di Beja, Tunisia.

2. AL- KARAJI

Sumber:google.com

Al-Karaji di lahirkan di Karajatau pada tahun 953 Masehi. Beliau mempunyai nama asli Abu Bakar bin Muhammad bin al-Husain al-Karaji. Beliau merupakan seorang ahli matematika dan juga seorang insinyur Persia. 

Ada beberapa buah buku yang merupakan hasil karya dari Al-Karaji antara lain :

a. Kitab "Al-Badi' Fi'l-hisab" atau Perhitungan yang indah ".
b. Kitab "Al-fakhri fi'l jabr wa'l-muqabala" atau " Aljabar yang agung".
c. Kitab "Al-Kafi fi'l-hisab" atau "Perhitungan yang memadai".
d. Kitab "Inbat al-miyah al-Khafiya.


Al-Karaji banyak mendapatkan pujian dari Ilmuwan barat kala itu. Bahkan seorang Ilmuwan dari benua Eropa yang bernama Woepcke memuji Al-Karaji sebagai seorang matematikawan pertama di dunia yang memperkenalkan teori aljabar yakni Kalkulus. Keahlian beliau dalam bidang matematika membuat beliau di berikan sebuah julukan yakni "Ahli hisab" atau " The Calculator ". Bagi kamu yang pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Atas tentu pernah mendapatkan pelajaran tentang Kalkulus bukan ?

Salah satu kehebatan dari beliau adalah pemikirannya dalam ilmu pengambilan air bawah tanah. Karena kehebatannya tersebut beliau kemudian mendapat julukan sebagai pelopor mesin air.

3. JAMSHID AL-KHASI

Beliau mempunyai nama asli Ghiyath al-Din Jamshid Mas'ud al-Kashi atau al-Kasyani. Beliau di lahirkan di daerah Kashan wilayah Persia pada tahun 1380 Masehi. 

Jamshid al-Khasi merupakan seorang Ilmuwan di bidang astronomi dan matematika yang terkemuka dan terkenal pada masa itu. Beliau hidup semasa pemerintahan dinasti Timurid yang berkuasa di Samarkhand pada abad ke-14.

Beliau adalah penemu dari hukum cosinus.Di perancis hukum cosinus lebih di kenal dengan nama Theoreme d'A-Kashi atau teorema Al-Kashi. Beliau berhasil menjelaskan mengapa hukum cosinus bisa di gunakan untuk menyelesaikan persoalan - persoalan yang berhubungan dengan segitiga. 

Perhatikan notasi hukum cosinus yang di temukan oleh Al-Khasi di bawah ini.


4. AL MAWARZI

Jika Jamshid al-Khasi adalah penemu teori hukum cosinus, maka Al-Mawazi adalah seorang Ilmuwan yang menemukan tentang rasio trigonometri. 

Al-Mawarzi di lahirkan di daerah Merv, Khorasan pada tahun 796 Masehi. Beliau adalah orang yang pertama kali menjelaskan tentang rasio trigonometri yaitu Sinus (Sin), Cosinus (Cos), Tangen (Tan) dan Cotangen (COT). Beliau juga memperkenalkan konsep bayangan umbra (Versa) setara dengan singgung trigonometri. Beliau kemudian menyusun sebuah tabel bayangan trigonometri yang menjadi dasar perhitungan matematika di dunia yang kita kenal sekarang ini.

Berikut ini adalah notasi dari rasio trigonometri hasil penemuan Al-Mawarzi :


5. AL- UQLIDISI

Beliau adalah seorang Ilmuwan matematika muslim yang berhasil menemukan bilangan desimal yang kita kenal sekarang ini. 

Beliau memiliki nama lengkap Abu'l Hasan Ahmad ibnu Ibrahim al-Uqlidisi. Salah satu karya beliau dalam bidang matematika adalah sebuah kitab yang berjudul "al Fusul fi al-Hisab al-Hindi" atau "Aritmatka dari Al-Qlidisi" yang di tulis pada tahun 952 Masehi. Kitab tersebut sangat terkenal karena penjelasannya terhadap bilangan desimal termasuk menjelaskan perhitungan tanpa melakukan pencoretan. Hasil perhitungan tersebutlah yang kemudian mencatatkan namanya sebagai penemu dari bilangan desimal. Hal ini di perkuat dengan pernyataan dari seorang matematikawan asal Kanada yaitu J. Lennart Breggernn yang sangat yakin bahwa pecahan desimal pertama kali di temukan oleh Al-Uqlidisi pada abad ke 10 Masehi. 

Adapun notasi dari pecahan desimal tersebut adalah :


Demikian artikel tentang dua orang tokoh Ilmuwan muslim di bidang matematika bagian ke-1.  Semoga bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan ensiklopedia anda.

Referensi: 
Pixabay
Buku1000+kejayaan Sains Muslim Terbesar, penerbit PT Elex Media Komputindo. 

Biografi Tokoh Dan Ilmuwan Muslim | Banu Musa


Sumber:pinterest

Banu Musa adalah merupakan sebuah keluarga Ilmuwan yang terdiri dari tiga orang bersaudara. Keluarga tersebut hidup semasa kekhalifahan Al-Ma'mun. Dari tiga orang bersaudara tersebut Abu Ja'far Muhammad ibnu Musa ibnu Shakir atau di kenal dengan nama Abu Ja'far adalah yang paling tua. Beliau di lahirkan pada tahun 803 Masehi. Abu Ja'far adalah seorang Ilmuwan yang mempunyai keahlian di bidang astronomi, teknik, fisika dan geometri. 

Setahun kemudian lahir adik beliau yang bernama Ahmad bin Musa ibnu Shakir. Beliau ini mempunyai spesialisasi keahlian di bidang teknik dan juga mekanik. 

Kemudian pada tahun 810 Masehi lahir adik beliau yang paling muda yakni Al-Hasan bin Musa Ibnu Shakir. Beliau ini memiliki spesialisasi keahlian di bidang rekayasa dan geometri. 

Hasil karya dari Banu Musa antara lain :

1. Kitab Al-Hiyal atau kitab Perangkat Mekanik.

Dalam kitab tersebut terdapat tidakbkurang dari 100 buah konsep tentang alat mekanik. Melalui karya yang mereka tulis dalam kitab Al-Hiyal ini telah memberikan pengaruh yang luar biasa dalam perkembangan ilmu teknik dan arsitektur dalam dunia Islam.
Selain itu pula mereka juga bekerja pada sebuah observatorium. Maka tidak mengherankan jika mereka bertiga juga banyak menghasilkan karya dan penemuan dalam bidang astronomi terutama yang berhubungan dengan bulan dan matahari.

2. Pembuatan mesin air mancur

Dalam kitab nya tersebut Banu Musa menciptakan sebuah rancangan tentang pembuatan mesin air mancur dalam berbagai macam teknik dan trik. Dalam membuat rancanganesin air mancur tersebut Banu Musa menerapkan berbagai macam prinsip geometri dan juga fisika. Dalam kitab Al-Hiyal tersebut terdapat setidaknya tujuh buah rancangan mengenai mesin air mancur.

Sumber:pinterest

3. Beberapa buah peralatan mekanis seperti katup mesin yang dapat di program, lampu badai, seruling otomatis, lampu otomatis, masker gas dan tekanan diferensial juga mereka temukan. Sebuah peralatan musik yang di klaim sebagai alat musik mekanik paling awal juga mereka temukan. Alat musik tersebut adalah hydropowered organ atau organ otomatis yang di gerakkan oleh uap air, yang pada akhirnya nanti di produksi pada abad ke 19 atau beberapa abad setelah alat musik pertama tersebut mereka temukan.

Demikianlah artikel tentang Ilmuwan muslim yang merupakan tiga orang bersaudara yakni Banu Musa.
Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan ensiklopedia anda semua.

Referensi:
Pinterest.com
Buku1000+kejayaan sains muslim penerbit PT Elex Media Komputindo

Biografi Tokoh Dan Ilmuwan Muslim | Al-Jazari


Sumber:pinterest

Al-Jazari adalah salah seorang Ilmuwan muslim terkemuka di dunia. Beliau di lahirkan pada tahun 1136 Masehi di Al-Jazira yakni di bagian sebelah utara Mesopotamia. Di masa sekarang daerah mesopotamia tersebut masuk kedalam wilayah Turki bagian tenggara yaitu di antara sungai Eufrat dan sungai Tigris. Sama seperti Ayahnya Al-Jazari juga mengabdi sebagai seorang kepala insinyur di istana Artukku, Dinasti Artuqid yang memerintah di wilayah sebelah timur Anatolia kala itu.

Selain sebagai seorang insinyur, Al-Jazari juga merupakan seorang ilmuwan yang ahli di bidang matematika dan beliau juga adalah seorang pengrajin. Dengan latar belakang keluarga pengrajin maka hal tersebut membuat Al-Jazari lebih mahir dan ahli sebagai seorang insinyur daripada menjadi seorang penemu.

Berikut ini adalah karya besar dari Al-Jazari berikut dengan penemuannya yang banyak memberikan perubahan kepada peradaban manusia dan perkembangan teknologi :

1. Kitab " Fi ma'rifat al-hiyal al-handasiyaa' " atau " Buku Pengetahuan Ilmu Mekanik " yang di tulis oleh beliau pada tahun 1206 Masehi. Di dalam kitab tersebut beliau menjelaskan tidak kurang dari 50 buah peralatan mekanik berikut dengan petunjuk cara merakitnya. Satu hal yang unik dari kitab tersebut adalah pemakaian gaya bahasanya, dimana gaya bahasa yang di pakai oleh beliau adalah sebuah gaya bahasa yang modern yakni dengan tema " do it yourself " atau " Kerjakan sendiri ". Sebuah pemakaian gaya bahasa yang sangat maju pada zaman itu.


Sumber:pinterest

2. Automaton

Automaton adalah sebuah mesin yang dapat bergerak sendiri. Sebelum teknologi robotik berkembang seperti sekarang ini, Al-Jazari telah mampu menemukan berbagai macam automaton sederhana yang menjadi cikal bakal lahirnya teknologi robotik. Bahkan bangsa baratpun memberikan pujian atas apa yang telah beliau capai dan ciptakan. Salah satunya adalah teknologi pembagian gear roda yang banyak di pakai oleh banyak ahli dan ilmuwan di eropa. Maka tidak berlebihan kiranya jika beliau kemudian di kenal sebagai " Bapak Robotik ". Contoh penemuan beliau yang lain adalah satu set robot yang mampu memainkan musik secara otomatis untuk menghibur para tamu. Robot - robot berbentuk manusia buatannya duduk dalam sebuah perahu dan dengan teknologi hidrolik mampu memainkan alat musik yang di pegangnya. Hebatnya lagi perpaduan alat musik tersebut menghasilkan suara yang merdu dan enak di dengar.

3. The Elephant clock atau jam Gajah.

Ini adalah teknologi jam hidrolik pertama di dunia yang berbentuk gajah dengan penanda waktu yang mampu bersuara. Di atas Gajah tersebut terdapat sebuah dekorasi  seperti tenda mini yang menjadi tempat komponen jam tersebut hingga patung - patung yang bergerak dan akan berbunyi setiap setengah jam sekali. Teknologi jam Gajah tersebut telah mengaplikasikan sebuah siklus mekanik yang secara otomatis mampu menggerakkan seluruh bagian dan komponen jam. Teknologi tersebut mirip dengan teknologi  yang menjadi dasar dari mekanika robot sekarang ini. Teknologi tersebut kemudian menginspirasi seorang ilmuwan yang lain yakni Banu Musa untuk menciptakan mesin air mancur yang fenomenal kala itu. 


Sumber:pinterest

Dari semua penemuannya tersebut mesin - mesin yang di rakit oleh Al-Jazari berdasarkan kepada metode trial and error atau melalui percobaan langsung daripada perhitungan secara teoritis. Beberapa peralatan yang beliau ciptakan juga adalah hasil dari riset yang terinspirasi oleh penemuan - penemuan sebelumnya. Seperti misalnya desain jam lilin di mana beliau terinspirasi oleh penemuan Al-Asturlabi serta penemuan mesin musik otomatis yang terinspirasi oleh Ibnu al-Husain. Beliau hanya melakukan beberapa perbaikan pada hasil karya mereka kemudian beliau menjelaskan tentang idenya sendiri tentang peralatan, teknik dan komponen - komponen untuk menghasilkan sebuah peralatan yang luar biasa. Dengan kata lain beliau lebih tertarik pada proses pengerjaan yang di perlukan untuk membuat suatu alat daripada teknologi yang berada di belakangnya. 

Semoga artikel ini bermanfaat dan semakin menambah wawasan ensiopedia anda.

Referensi:
Pinterest.com
Buku 1000+ kejayaan sains Muslim penerbit PT Elex Media komputindo

Biografi Tokoh Dan Ilmuwan Muslim | Ibnu Haytham

Sumber : thefamouspeople.com

Abu Ali Muhammad al-Hasan ibnu al-Haytham, lahir di kota Basra Iraq pada tahun 965M. Setelah cukup lama bekerja pada Pemerintah, pada suatu ketika rasa cintanya kepada ilmu pengetahuan telah membawanya untuk pergi berhijrah ke kota Kairo Mesir. Ketika berada di Mesir beliau melakukan beberapa penelitian tentang aliran sungai Nil serta menyalin beberapa buku mengenai matematika dan ilmu falak. Di kemudian hari beliau akhirnya di kenal sebagai seorang ilmuwan yang ahli di bidang sains, ilmu falak, matematika, geometri, pengobatan dan juga filsafat. Sebuah tulisannya mengenai cara kerja gerak mata manusia telah menjadi salah satu referensi yang penting bagi kajian mengenai sains di dunia barat. Hingga saat ini teorinya mengenai pengobatan mata masih digunakan oleh berbagai universitas di belahan dunia ini.

Dunia barat mengenal sosok Ibnu Haytham sebagai Alhazen. Bahkan dunia barat memberikan sebuah gelar kepada beliau yaitu sebagai First Scientist atau Ilmuwan pertama dunia terutama karena konsepnya yang meletakkan dasar - dasar ilmu pengetahuan. Ide atau gagasan tersebut adalah," Suatu pengetahuan dari manapun harus dipelajari, di curigai dan di uji kebenarannya". Bahkan jika pengetahuan itupun berasal dari dirinya sendiri. Beliau di kenal juga sebagai Polymath atau seorang ilmuwan yang ahli dalam berbagai disiplin ilmu. Banyak dari karya - karya besar beliau di curi oleh dunia barat tanpa adanya penghargaan yang sepatutnya. Dunia barat seharusnya banyak berterima kasih kepada beliau, karena tanpa adanya penemuan dari beliau mungkin dunia barat masih berada dalam kegelapan. 

GAGASAN MENGENAI TELESKOP DAN MIKROSKOP

Sumber : pixabay

Sebagai seorang ilmuwan yang gemar melakukan penelitian telah membuat beliau menemukan banyak sekali hasil penelitian. Salah satu penelitiannya mengenai cahaya telah mengilhami ilmuwan barat seperti Roger Bacon dan Johanes Keppler untuk menciptakan mikroskop dan teleskop. Beliau adalah ilmuwan pertama yang menemukan dan menulis berbagai data penting mengenai cahaya. Beliau juga antara lain melakukan percobaan pada kaca yang di bakar. Percobaan tersebut akhirnya membuat di temukannya teori tentang lensa pembesar. Teori mengenai lensa pembesar ini akhirnya banyak di pakai oleh ilmuwan yang berasal dari Italia untuk melakukan pengamatan di bidang astronomi. 

RAHASIA CAHAYA FAJAR DAN SENJA

Sumber : pixbay

Salah satu buku karya dari Ibnu Haytham telah di terjemahkan kedalam bahasa Inggris yang berjudul " Light " dan " On Twilight Phenomena ".  Dalam buku tersebut beliau banyak membahas tentang rahasia senja, lingkaran cahaya di sekitar bulan dan matahari serta bayang - bayang dan juga gerhana. Menurut beliau, cahaya fajar bermula ketika matahari berada pada garis 10 derajat di ufuk timur. Warna cahaya senja juga akan hilang apabila matahari telah berada pada garis 19 derajat di ufuk barat. 

PENGGAGAS DI TEMUKANNYA KAMERA

Sumber : pixabay

Jika kita mengenal kata " Camera " atau Kamera yang kita kenal sekarang ini, adalah sebuah kata yang di yakini berasal dari bahasa Arab yakni Qamara. Menurut sejarah kamera pertama yang di ciptakan manusia adalah kamera yang di ciptakan oleh Ibnu Haytham. Ide dari terciptanya kamera tersebut berawal ketika beliau melakukan sebuah percobaan pada sebuah kamar kecil yang setiap sudutnya tertutup rapat sehingga tidak ada cahaya yang masuk, kecuali melalui sebuah lubang kecil yang sudah beliau buat. Jadi ibarat bulan di malam hari maka lubang tersebut juga bersinar di kegelapan, kemudian dia menyimpan objek yang terbawa oleh cahaya tersebut. Hasil penemuan tersebut oleh beliau di sebut dengan Qumroh yang berasal dari bahasa Arab yakni Qomar yang berarti bulan.

MENGENALKAN ILMU OPTIK

Sumber : pixabay

Secara serius Ibnu Haytham telah melakukan penelitian, kajian dan percobaan mengenai seluk beluk cahaya atau optik. Hasil penelitiannya tersebut telah beliau tulis dan di muat dalam kurang lebih 200 buah judul buku. Namun sangat di sayangkan sebuah kitab monumental yang merupakan karya besarnya yaitu " Al-Manazhir " atau " Tentang Cahaya " telah hilang dan tidak di ketahui lagi keberadaannya. 

Sekarang ini, kita hanya bisa mempelajari dari buku terjemahannya saja yakni dalam bahasa latin yang berjudul " The optics ". Buku terjemahan tersebut banyak menyimpan teori - teori mengenai cahaya dan juga lensa serta penglihatan ini banyak sekali di pakai oleh universitas di Eropa. Bahkan buku tersebut merupakan salah satu buku wajib yang dipakai di kampus Eropa. Setelah penemuan pertama Ibnu Haytham,  900 tahun kemudian akhirnya sebuah pelat photo pertama di gunakan secara permanen untuk menangkap gambar yang di hasilkan oleh sebuah kamera yakni obscura. Photo permanen tersebut pertama kali di ambil oleh Joseph Nicephore Niepche di Prancis pada tahun 1827M. 

Dengan segala penemuan dan karya besarnya tersebut maka sudah selayaknya umat muslim berbangga hati dan berterima kasih kepada beliau. Tanpa adanya jasa - jasa dari penelitian dan penemuan beliau bisa jadi sekarang ini kita masih berada dalam kegelapan.

Ibnu Haytham meninggal dunia di kota Kairo Mesir pada tahun 1039M.

Demikianlah artikel tentang seorang Ilmuwam Muslim yakni Ibnu Haytam. Semoga bermanfaat dan semakin menambah pengetahuan ensiklopedia kita semua.

Referensi :
www.google.com
Buku 1000+Kejayaan sains muslim terbesar PT Elex Media Komputindo.

Biografi Tokoh Dan Ilmuwan Muslim | Al-Banna

Sumber:biografi.kamikamu.net
Ibnu al-Banna al-Marrakushi al-Azdi di kenal juga dengan nama Abu'l-Abbas Ahmad ibnu Muhammad ibnu Uthman al-Azdi di lahirkan di Maroko pada tahun 1256M. Beliau adalah seorang ilmuwan muslim yang ahli di bidang matematika. Ibnu al-Banna sendiri mempunyai makna " Anak seorang arsitek ". Sebelum beliau menjadi seorang matematikawan yang terkenal beliau lebih banyak mempelajari ilmu - ilmu tradisional seperti bahasa Arab, tata bahasa hadist, tafsir Al-Qur'an, dan fiqih di kampung yang menjadi tempat tinggalnya. Beliau kemudian mempelajari dasar ilmu matematika dan geometri di sela - sela waktunya kala menterjemahkan buku Elemen karya Euklides ke dalam bahasa Arab.

Semasa hidupnya Al-Banna telah menghasilkan setidaknya sebanyak 174 buah karya tulis yang meliputi Aljabar, Astronomi, Linguistik, Retorika, dan Logis.

Karya tulis yang menjadi karya terbesarnya adalah " Talkhis 'amal " atau " Ringkasan Operasi Aritmatika ". Buku tersebut menjelaskan tentang pecahan, penjumlahan persegi, kubus dan lain - lain. Sebuah karya tulis beliau yang lain yang berjudul " Tanbih al-Albab " menjelaskan tentang penggunaan matematika dalam menghitung jatuhnya air dalam perbedaan ketinggian saluran irigasi. Buku tersebut juga menjelaskan tentang aritmatika dalam hukum warisan dan menentukan waktu shalat Ashar.

Karya tulis dari Al-Banna yang lain adalah " Raf' al-Hijab " atau " Mengungkap Tabir ". Buku tersebut menjelaskan tentang perhitungan akar kuadrat. Ini adalah hasil karya tulis pertama setelah seorang ahli matematika dari India yakni Brahmagupta yang menggunakan notasi aljabar. Notasi tersebut kemudian di kembangkan oleh salah seorang penerusnya yakni Ali Al-Qalasadi, dua ratus tahun setelahnya. Oleh karena hal inilah Al-Banna dan Al-Qalasadi kemudian di kenal dan di anggap sebagai ilmuwan matematika yang menemukan notasi matematika. Contoh notasi matematika yang di hasilkan oleh Al-Banna seperti gambar di bawah ini.


Atas segala pencapaian dan karya tulis yang di hasilkannya, nama  beliau kemudian di abadikan sebagai sebuah nama kawah di bulan yang di beri nama kawah Al-Marrakushi. 

Demikianlah sekelumit artikel tentang ilmuwan muslim Al-Banna. Semoga bisa menambah ilmu pengetahuan dan ensiklopedia anda.

Referensi :
www.google.com
Buku 1000+ Kejayaan Sains Muslim Terbesar,  penerbit PT Elex Media Komputindo.

Biografi Tokoh Dan Ilmuwan Muslim | Umar Khayyam

Sumber : muslimheritage.com

Nama asli dari Umar Khayyam adalah Ghiyatsuddin Abulfatah Umar bin Ibrahim Khayyami Nisyaburi. Beliau di lahirkan pada tanggal 18 Mei 1048M di Nishapur, Iran. Pada usia mudanya beliau pergi ke Samarkand untuk melanjutkan pendidikannya. Setelah itu beliau pindah ke Bukhara, dan di sinilah beliau mulai di kenal sebagai seorang ahli matematika sekaligus juga seorang astronom yang brillian. 

Sebuah karya tulis sebelum era modern, yakni masa abad pertengahan telah beliau hasilkan. Salah satu diantaranya yang fenomenal adalah sebuah karya tulis matematika yang berjudul " Demonstrasi masalah aljabar " pada tahun 1070M. Selain di kenal sebagai seorang ilmuwan yang ahli di bidang matematika dan astronomi, beliau di kenal juga sebagai seorang ilmuwan muslim yang berpengaruh di bidang geografi, mekanika, mineralogi, filsafat dan juga seorang penyair ulung.

Pada tahun 1073M, Malik Syah yang adalah seorang penguasa di Ishafan mengundang beliau untuk membangun dan bekerja pada sebuah observatorium bersama - sama dengan ilmuwan terkenal lainnya. Secara akurat Umar Khayyam mampu mengkoreksi dan menghitung kembali hingga enam desimal di belakang koma untuk perhitungan waktu satu tahun yakni menjadi 365,24219858156 hari. Angka ini jauh lebih akurat dari kalender Gregorian lima abad setelahnya. 

Selain membangun observatorium, beliau sebenarnya pernah membuat sebuah peta bintang. Namun sayang peta tersebut telah hilang dan hingga kini belum di temukan. Beliau juga mampu membuktikan kepada ilmuwan terkenal lainnnya yakni Al-Ghazali bahwa bumi itu berputar pada porosnya pada sebuah planetarium.

Seorang penyair Eropa, Edward FitzGerald yang lahir pada tahun 1809M meyakini bahwa Umar Khayyam adalah seorang Ilmuwan yang percaya pada konsep teori heliosentris karena puisi - puisinya. 

Sebuah karya lain dari Umar Khayyam adalah kalender Persia atau biasa di sebut kalender Jalali. Kalender tersebut merupakan sebuah kalender tertua dan kalender matahari yang di klaim sebagai yang paling akurat di dunia.

Di bidang matematika, salah satu penemuan dari beliau adalah menggunakan persamaan geometris untuk menyelesaikan persamaan kubik yaitu dengan menyilangkan sebuah hiperbola dengan dengan sebuah lingkaran. Beliau juga menulis sebuah metode perhitungan yang sekarang ini kita kenal yaitu segitiga pascal. Karya beliau yang lain adalah sebuah karya tulis tentang teori proporsi dan juga menulis sebuah karya tulis yang berjudul " Penjelasan dari kesulitan dalil Euklides Element ". 

Demikian artikel tentang Ilmuwan muslim Umar Khayyam beserta karya besar yang di hasilkannya. Semoga semakin menambah wawasan ensiklopedia kita semua.

Referensi :
www.google.com
Buku 1000+ kejayaan sains muslim penerbit PT Elex Media Komputindo