Mengenal Ilmuwan Muslim ( Ibnu Haytham )

Sumber : thefamouspeople.com

Abu Ali Muhammad al-Hasan ibnu al-Haytham, lahir di kota Basra Iraq pada tahun 965M. Setelah cukup lama bekerja pada Pemerintah, pada suatu ketika rasa cintanya kepada ilmu pengetahuan telah membawanya untuk pergi berhijrah ke kota Kairo Mesir. Ketika berada di Mesir beliau melakukan beberapa penelitian tentang aliran sungai Nil serta menyalin beberapa buku mengenai matematika dan ilmu falak. Di kemudian hari beliau akhirnya di kenal sebagai seorang ilmuwan yang ahli di bidang sains, ilmu falak, matematika, geometri, pengobatan dan juga filsafat. Sebuah tulisannya mengenai cara kerja gerak mata manusia telah menjadi salah satu referensi yang penting bagi kajian mengenai sains di dunia barat. Hingga saat ini teorinya mengenai pengobatan mata masih digunakan oleh berbagai universitas di belahan dunia ini.

Dunia barat mengenal sosok Ibnu Haytham sebagai Alhazen. Bahkan dunia barat memberikan sebuah gelar kepada beliau yaitu sebagai First Scientist atau Ilmuwan pertama dunia terutama karena konsepnya yang meletakkan dasar - dasar ilmu pengetahuan. Ide atau gagasan tersebut adalah," Suatu pengetahuan dari manapun harus dipelajari, di curigai dan di uji kebenarannya". Bahkan jika pengetahuan itupun berasal dari dirinya sendiri. Beliau di kenal juga sebagai Polymath atau seorang ilmuwan yang ahli dalam berbagai disiplin ilmu. Banyak dari karya - karya besar beliau di curi oleh dunia barat tanpa adanya penghargaan yang sepatutnya. Dunia barat seharusnya banyak berterima kasih kepada beliau, karena tanpa adanya penemuan dari beliau mungkin dunia barat masih berada dalam kegelapan. 

GAGASAN MENGENAI TELESKOP DAN MIKROSKOP

Sumber : pixabay

Sebagai seorang ilmuwan yang gemar melakukan penelitian telah membuat beliau menemukan banyak sekali hasil penelitian. Salah satu penelitiannya mengenai cahaya telah mengilhami ilmuwan barat seperti Roger Bacon dan Johanes Keppler untuk menciptakan mikroskop dan teleskop. Beliau adalah ilmuwan pertama yang menemukan dan menulis berbagai data penting mengenai cahaya. Beliau juga antara lain melakukan percobaan pada kaca yang di bakar. Percobaan tersebut akhirnya membuat di temukannya teori tentang lensa pembesar. Teori mengenai lensa pembesar ini akhirnya banyak di pakai oleh ilmuwan yang berasal dari Italia untuk melakukan pengamatan di bidang astronomi. 

RAHASIA CAHAYA FAJAR DAN SENJA

Sumber : pixbay

Salah satu buku karya dari Ibnu Haytham telah di terjemahkan kedalam bahasa Inggris yang berjudul " Light " dan " On Twilight Phenomena ".  Dalam buku tersebut beliau banyak membahas tentang rahasia senja, lingkaran cahaya di sekitar bulan dan matahari serta bayang - bayang dan juga gerhana. Menurut beliau, cahaya fajar bermula ketika matahari berada pada garis 10 derajat di ufuk timur. Warna cahaya senja juga akan hilang apabila matahari telah berada pada garis 19 derajat di ufuk barat. 

PENGGAGAS DI TEMUKANNYA KAMERA

Sumber : pixabay

Jika kita mengenal kata " Camera " atau Kamera yang kita kenal sekarang ini, adalah sebuah kata yang di yakini berasal dari bahasa Arab yakni Qamara. Menurut sejarah kamera pertama yang di ciptakan manusia adalah kamera yang di ciptakan oleh Ibnu Haytham. Ide dari terciptanya kamera tersebut berawal ketika beliau melakukan sebuah percobaan pada sebuah kamar kecil yang setiap sudutnya tertutup rapat sehingga tidak ada cahaya yang masuk, kecuali melalui sebuah lubang kecil yang sudah beliau buat. Jadi ibarat bulan di malam hari maka lubang tersebut juga bersinar di kegelapan, kemudian dia menyimpan objek yang terbawa oleh cahaya tersebut. Hasil penemuan tersebut oleh beliau di sebut dengan Qumroh yang berasal dari bahasa Arab yakni Qomar yang berarti bulan.

MENGENALKAN ILMU OPTIK

Sumber : pixabay

Secara serius Ibnu Haytham telah melakukan penelitian, kajian dan percobaan mengenai seluk beluk cahaya atau optik. Hasil penelitiannya tersebut telah beliau tulis dan di muat dalam kurang lebih 200 buah judul buku. Namun sangat di sayangkan sebuah kitab monumental yang merupakan karya besarnya yaitu " Al-Manazhir " atau " Tentang Cahaya " telah hilang dan tidak di ketahui lagi keberadaannya. 

Sekarang ini, kita hanya bisa mempelajari dari buku terjemahannya saja yakni dalam bahasa latin yang berjudul " The optics ". Buku terjemahan tersebut banyak menyimpan teori - teori mengenai cahaya dan juga lensa serta penglihatan ini banyak sekali di pakai oleh universitas di Eropa. Bahkan buku tersebut merupakan salah satu buku wajib yang dipakai di kampus Eropa. Setelah penemuan pertama Ibnu Haytham,  900 tahun kemudian akhirnya sebuah pelat photo pertama di gunakan secara permanen untuk menangkap gambar yang di hasilkan oleh sebuah kamera yakni obscura. Photo permanen tersebut pertama kali di ambil oleh Joseph Nicephore Niepche di Prancis pada tahun 1827M. 

Dengan segala penemuan dan karya besarnya tersebut maka sudah selayaknya umat muslim berbangga hati dan berterima kasih kepada beliau. Tanpa adanya jasa - jasa dari penelitian dan penemuan beliau bisa jadi sekarang ini kita masih berada dalam kegelapan.

Ibnu Haytham meninggal dunia di kota Kairo Mesir pada tahun 1039M.

Demikianlah artikel tentang seorang Ilmuwam Muslim yakni Ibnu Haytam. Semoga bermanfaat dan semakin menambah pengetahuan ensiklopedia kita semua.

Referensi :
www.google.com
Buku 1000+Kejayaan sains muslim terbesar PT Elex Media Komputindo.

0 Response to "Mengenal Ilmuwan Muslim ( Ibnu Haytham )"

Post a Comment

Latest post

Mengenal Ilmuwan Muslim ( Ibnu Haytham )

Sumber : thefamouspeople.com Abu Ali Muhammad al-Hasan ibnu al-Haytham, lahir di kota Basra Iraq pada tahun 965M. Setelah cukup lama ...