Pelajari Rukun, Sunah, Makhruh & Hal - hal yang membatalkan puasa di bulan Ramadhan

loading...
ilustrasi langit,sumber:pixabay
Sobat Muslim...
Puasa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI ) adalah Perbuatan ibadah dengan cara menahan diri serta berpantangan tidak makan, minum dan segala hal yang membatalkannya mulai dari terbit fajar sampai dengan terbenamnya matahari.
Sebagai umat muslim kita tentunya perlu untuk mengenal dan mempelajari apa itu rukun puasa, hal - hal sunah dalam ibadah puasa, hal - hal makhruh & hal - hal apa saja yang bisa membatalkan puasa sekaligus pahala puasa kita.
Hal ini selaras dengan ajaran agama Islam bahwa segala sesuatu hal harus di kerjakan dengan mengetahui ilmunya terlebih - lebih ibadah puasa. Jangan sampai ibadah puasa yang kita kerjakan menjadi sia - sia di sisi Allah SWT hanya karena kita tidak mempelajari tata cara ibadah puasa tersebut.

Adapun yang termasuk rukun puasa antara lain :
(1). Niat
Salah satu rukun dalam ibadah puasa adalah niat. Merujuk kepada salah satu hadist dari baginda Nabi Muhammad SAW, " Innamal A'malu binniyat wa Innama likullimriin manawa "
yang artinya sesungguhnya setiap amal perbuatan itu di sertai dengan niat dan segala perkara itu tergantung dari apa yang di niatkan.
Niat berpuasa di bulan Ramadhan di lakukan pada malam hari sebelum waktu imsyak / fajar sodiq datang. Untuk mayoritas umat muslim di Indonesia, seperti juga di tempat dimana penulis tinggal, niat berpuasa Ramadhan biasanya di baca secara bersama - sama setelah selesai menjalankan ibadah sholat tarawih berjama'ah di masjid atau musholla.
Oleh karena itu agar kita tidak lupa untuk niat berpuasa Ramadhan esok hari sebaiknya kita mengerjakan sholat taraweh secara berjamaah di Masjid daripada mengerjakan sendiri di rumah. Selain lebih afdol tentu saja banyak hal yang bisa memberikan nilai tambah terhadap pahala ibadah kita selama bulan Ramadhan, seperti mendengarkan kajian kultum dari Ustad atau ulama di akhir shalat tarawih sebelum shalat witir.

Sobat muslim , adapun lafazd niat puasa Ramadhan adalah sebagai berikut :
bacaan niat puasa, sumber:google.com

Artinya, " Saya niat untuk berpuasa pada esok hari untuk menunaikan fardlu di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta'ala ".

Pertanyaan yang kemudian sering muncul di benak umat muslim adalah apakah perlu kita mengucapkan niat setiap hari di malam bulan Ramadhan?
Untuk menjawab pertanyaan ini ada pendapat dari sebagian ulama yang mengatakan bahwa tidak perlu mengucapkan niat setiap hari, tetapi ada juga yang berpendapat sebaliknya yaitu perlu untuk mengucapkan niat tersebut setiap hari di bulan Ramadhan ini.
Namun sobat muslim, perbedaan pandangan tersebut Sebaiknya tidak perlu di persoalkan dan di besar - besarkan karena pada dasarnya kedua pendapat tersebut sudah pasti mempunyai dasar kajian masing - masing.
Di sini saya hanya mencoba untuk mengutip hadist baginda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi  sebagai berikut ini :









Namun sekali lagi, perbedaan pendapat dalam Islam adalah karunia dari Allah SWT, jadi kita sebaiknya bijaksana dan tidak saling memojokkan hanya karena perbedaan pendapat tersebut.
(2). Imsak
Yaitu sebagai penanda di mulainya kita berpuasa dan menghentikan segala aktivitas perbuatan yang dapat membatalkan puasa.
Jika sudah tiba waktunya Imsak maka sangat di anjurkan bagi umat muslim untuk menghentikan aktifitas makan sahur. 
Secara bahasa kata Imsak berasal dari bahasa arab yaitu Amsaka Yumsiku Imsak yang berarti menahan. Artinya bagi umat Muslim setelah masuk waktu imsak kita di anjurkan untuk menahan diri dari hal - hal yang bisa membatalkan puasa.
Namun bukan berarti bahwa ketika waktu imsak tiba kita tidak boleh makan dan minum lagi. Kita tetap di perbolehkan untuk makan dan minum, karena batas di mulainya puasa kita adalah saat waktu shalat shubuh tiba.
Maksud dari waktu imsak adalah lebih kepada Ihtiyath ( kehati - hatian ), agar kita tidak terlewat sampai ke waktu shubuh.
Antara imsak dan waktu shubuh kurang lebih 10 menit, karena sesuai keterangan yang di sampaikan oleh sayyindina Zaid bahwa lamanya waktu imsyak itu sepadan dengan waktu yang di butuhkan untuk membaca lima puluh (50) ayat".
(3). Ash-Shaim
Yaitu orang - orang yang sah berpuasa dan memenuhi syarat - syarat sah nya puasa.
Syarat - syarat sahnya puasa Ramadhan ada 6 hal yaitu :
 (a). Beragama Islam
Hal ini mutlak karena kewajiban berpuasa adalah bagi umat muslim ( Islam ) baik laki - laki maupun perempuan.
Bagi mereka yang baru memeluk agama Islam juga ( muallaf ) juga boleh mengerjakannya.
(b). Menahan diri dari hal yang membatalkan puasa.
Ibadah puasa dikatakan sudah sah jika seseorang tidak melanggar ketentuan puasa itu sendiri. Contohnya adalah makan atau minum dengan sengaja, melakukan hubungan seksual atau mengeluarkan mani dengan sengaja.
(c). Tidak sedang datang bulan ( haid ) ataupun nifas bagi wanita.
Haid adalah siklus kewanitaan yang di alami oleh setiap wanita. Jika pada saat bulan Ramadhan seorang wanita mengalami haid ataupun nifas maka dia tidak boleh berpuasa, tetapi wajib menggantinya nanti di hari lain selain di bulan Ramadhan. 
(d). Mampu membedakan antara yang baik dan yang buruk
Berpuasa Ramadhan tidak di wajibkan untuk anak - anak, dengan kata lain harus mummayid artinya bisa membedakan perkara baik dan buruk. Orang yang mampu membedakan perkara baik dan buruk tentunya adalah orang yang berakal sehat. 
(e). Sehat jasmani dan rohani
Orang yang sakit dan sudah lanjut usia tidak di wajibkan berpuasa. Orang yang kehilangan akal / gila juga tidak terkena kewajiban berpuasa.
(f).  Niat 
Niat adalah salah satu syarat sahnya puasa Ramadhan.

Berikut ini adalah sunah - sunah puasa Ramadhan, antara lain :
(a). Makan sahur walaupun sedikit.

makan sahur, sumber:google.com
(b). Melambatkan waktu untuk sahur.
(c). Meninggalkan perkataan dan perbuatan yang keji.
(d). Menyegerakan untuk berbuka jika telah tiba waktunya.
(e). Mendahulukan untuk membatalkan puasa ( berbuka ) dari pada sholat maghrib jika sudah tiba waktu berbuka.
(f). Berbuka dengan buah yang manis, misalnya buah kurma, tamar dan jika tidak ada cukup dengan air putih saja.
(g). Membaca doa berbuka puasa.

Berikut ini adalah hal - hal yang dapat membatalkan puasa, antara lain : 
(a). Memasukkan sesuatu kedalam rongga badan ( makan ataupun minum ) dengan sengaja.
(b). Bersetubuh dan atau mengeluarkan air mani dengan sengaja.
(c). Muntah dengan sengaja.
(d). Datangnya haid atau nifas bagi perempuan.
(e). Hilang ingatan atau gila, termasuk di dalamnya juga mabuk.
(f). Melahirkan anak ataupun keguguran.
(g). Murtad atau keluar dari agama Islam.
Sobat Muslim, selain rukun puasa, sunah - sunah puasa dan hal - hal yang membatalkan puasa, berikut ini saya sampaikan beberapa hal dan perbuatan yang dapat merusak pahala orang yang sedang berpuasa. kita tentu tidak ingin bahwa puasa kita tidak mendapatkan pahala dan ridho dari Allah SWT bukan ? Dan setelah seharian kita hanya mendapatkan rasa lapar dan haus semata ? sungguh kita termasuk golongan orang - orang yang rugi.
Berikut ini hal - hal yang perlu kita kurangi bahkan kita hindari selama kita menjalankan ibadah puasa agar pahala berpuasa kita tidak rusak dan sia - sia. Hal - hal tersebut yaitu :
(1). Memfitnah kepada orang lain, termasuk juga mencela dan mencaci maki.
(2). Menipu, mencuri, berdusta dan berkata bohong kepada orang lain.
(3). Bergunjing tentang kejelekan orang lain, termasuk juga ghibah dalam marah.
(4). Mendengarkan cerita bohong dan keji.
(5). Memandang wanita dengan syahwat ( nafsu ).
Selain itu sobat muslim juga perlu tahu hal - hal yang membuat makhruh ketika kita sedang berpuasa, antara lain :
(1). Selalu berkumur - kumur.
(2). Merasakan makan dengan lidah.
(3). Berbekam kecuali di perlukan.
(4). Mengulum sesuatu dengan sengaja.

Demikianlah artikel dan uraian singkat mengenai rukun, sunah, makhruh & hal - hal yang membatalkan puasa, semoga bisa menambah wawasan kita semua yang pada akhirnya akan membuat kita lebih berhati - hati untuk menghindari rusaknya pahala ibadah puasa kita.
Aamiin ya rabbal 'Alamin

Refferensi : dari berbagai sumber 

  • image pixabay
  • www.kisahinspiratifislam.tk