Mengenal Ilmuwan Muslim Di Bidang Matematika bagian 1


Sumber:google.com

1. AL-QALASADI

Tahukah kamu siapa penemu simbol - simbol operasi bilangan dalam bidang ilmu matematika yang kita kenal sekarang ini ? Siapakah penemu simbol (+) untuk operasi penjumlahan, simbol (-) untuk operasi pengurangan, simbol (x) untuk operasi perkalian dan simbol (/) untuk operasi pembagian ? 



Ternyata  penemu dari simbol - simbol tersebut adalah seorang Ilmuwan muslim yang ahli di bidang matematika yang bernama Al-Qalasadi. Sebenarnya Al-Qalasadi memperkenalkan simbol - simbol tersebut dengan menggunakan karakter dalam bahasa Arab. Beliau menggunakan huruf Arab "Waw" yang berarti "Dan" untuk penjumlahan, huruf "Illa" yang berarti "kurang" untuk pengurangan, huruf "Fi" yang berarti "kali" untuk perkalian dan huruf "Ala" yang berarti "bagi" untuk operasi pembagian.

Sumber:pixabay

Al-Qalasadi mempunyai nama asli Abu Al-Hasan ibnu 'Ali ibnu Muhammad ibnu 'Ali al-Qalasadi. Beliau di lahirkan di kota Andalusia pada tahun 1412 Masehi, atau tepatnya di sebuah kota kecil yakni kota Baza wilayah terpencil kerajaan Nasri Granada. Beliau menghabiskan waktu selama tujuh tahun dengan belajar pada seorang cendikiawan Berber terutama Ibnu Zaghu. Hasil karyanya dalam bidang matematika berisi perhitungan yang akurat untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari - hari antara lain komposisi bahan obat - obatan, jumlah air pada saluran - saluran , irigasi dan sebagainya. Beliau kemudian Wafat pada tahun 1486 Masehi di Beja, Tunisia.

2. AL- KARAJI

Sumber:google.com

Al-Karaji di lahirkan di Karajatau pada tahun 953 Masehi. Beliau mempunyai nama asli Abu Bakar bin Muhammad bin al-Husain al-Karaji. Beliau merupakan seorang ahli matematika dan juga seorang insinyur Persia. 

Ada beberapa buah buku yang merupakan hasil karya dari Al-Karaji antara lain :

a. Kitab "Al-Badi' Fi'l-hisab" atau Perhitungan yang indah ".
b. Kitab "Al-fakhri fi'l jabr wa'l-muqabala" atau " Aljabar yang agung".
c. Kitab "Al-Kafi fi'l-hisab" atau "Perhitungan yang memadai".
d. Kitab "Inbat al-miyah al-Khafiya.


Al-Karaji banyak mendapatkan pujian dari Ilmuwan barat kala itu. Bahkan seorang Ilmuwan dari benua Eropa yang bernama Woepcke memuji Al-Karaji sebagai seorang matematikawan pertama di dunia yang memperkenalkan teori aljabar yakni Kalkulus. Keahlian beliau dalam bidang matematika membuat beliau di berikan sebuah julukan yakni "Ahli hisab" atau " The Calculator ". Bagi kamu yang pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Atas tentu pernah mendapatkan pelajaran tentang Kalkulus bukan ?

Salah satu kehebatan dari beliau adalah pemikirannya dalam ilmu pengambilan air bawah tanah. Karena kehebatannya tersebut beliau kemudian mendapat julukan sebagai pelopor mesin air.

3. JAMSHID AL-KHASI

Beliau mempunyai nama asli Ghiyath al-Din Jamshid Mas'ud al-Kashi atau al-Kasyani. Beliau di lahirkan di daerah Kashan wilayah Persia pada tahun 1380 Masehi. 

Jamshid al-Khasi merupakan seorang Ilmuwan di bidang astronomi dan matematika yang terkemuka dan terkenal pada masa itu. Beliau hidup semasa pemerintahan dinasti Timurid yang berkuasa di Samarkhand pada abad ke-14.

Beliau adalah penemu dari hukum cosinus.Di perancis hukum cosinus lebih di kenal dengan nama Theoreme d'A-Kashi atau teorema Al-Kashi. Beliau berhasil menjelaskan mengapa hukum cosinus bisa di gunakan untuk menyelesaikan persoalan - persoalan yang berhubungan dengan segitiga. 

Perhatikan notasi hukum cosinus yang di temukan oleh Al-Khasi di bawah ini.


4. AL MAWARZI

Jika Jamshid al-Khasi adalah penemu teori hukum cosinus, maka Al-Mawazi adalah seorang Ilmuwan yang menemukan tentang rasio trigonometri. 

Al-Mawarzi di lahirkan di daerah Merv, Khorasan pada tahun 796 Masehi. Beliau adalah orang yang pertama kali menjelaskan tentang rasio trigonometri yaitu Sinus (Sin), Cosinus (Cos), Tangen (Tan) dan Cotangen (COT). Beliau juga memperkenalkan konsep bayangan umbra (Versa) setara dengan singgung trigonometri. Beliau kemudian menyusun sebuah tabel bayangan trigonometri yang menjadi dasar perhitungan matematika di dunia yang kita kenal sekarang ini.

Berikut ini adalah notasi dari rasio trigonometri hasil penemuan Al-Mawarzi :


5. AL- UQLIDISI

Beliau adalah seorang Ilmuwan matematika muslim yang berhasil menemukan bilangan desimal yang kita kenal sekarang ini. 

Beliau memiliki nama lengkap Abu'l Hasan Ahmad ibnu Ibrahim al-Uqlidisi. Salah satu karya beliau dalam bidang matematika adalah sebuah kitab yang berjudul "al Fusul fi al-Hisab al-Hindi" atau "Aritmatka dari Al-Qlidisi" yang di tulis pada tahun 952 Masehi. Kitab tersebut sangat terkenal karena penjelasannya terhadap bilangan desimal termasuk menjelaskan perhitungan tanpa melakukan pencoretan. Hasil perhitungan tersebutlah yang kemudian mencatatkan namanya sebagai penemu dari bilangan desimal. Hal ini di perkuat dengan pernyataan dari seorang matematikawan asal Kanada yaitu J. Lennart Breggernn yang sangat yakin bahwa pecahan desimal pertama kali di temukan oleh Al-Uqlidisi pada abad ke 10 Masehi. 

Adapun notasi dari pecahan desimal tersebut adalah :


Demikian artikel tentang dua orang tokoh Ilmuwan muslim di bidang matematika bagian ke-1.  Semoga bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan ensiklopedia anda.

Referensi: 
Pixabay
Buku1000+kejayaan Sains Muslim Terbesar, penerbit PT Elex Media Komputindo. 

0 Response to "Mengenal Ilmuwan Muslim Di Bidang Matematika bagian 1"

Post a Comment

Latest post

Mengenal Ilmuwan Muslim Di Bidang Kimia Bagian 2

Melanjutkan postingan sebelumnya tentang Ilmuwan Muslim di bidang kimia berikut ini saya akan share beberapa tokoh Ilmuwan Muslim lainny...