Ilmuwan Muslim Paling Berpengaruh Di Bidang Kimia Bagian 2

loading...

Melanjutkan postingan sebelumnya tentang Ilmuwan Muslim di bidang kimia berikut ini saya akan share beberapa tokoh Ilmuwan Muslim lainnya di bidang kimia. 

1. AHMED ZEWAIL


Beliau mempunyai nama lengkap Dr. Ahmed Hassan Zewail. Beliau di lahirkan di Mesir yakni di kota Damanhour pada tanggal 26 Februari 1946. Beliau menyelesaikan pendidikan dengan gelar Master di universitas Alexandria. Kemudian beliau melanjutkan gelar doktoralnya di universitas Pensylvania dan tinggal di Amerika Serikat. Kemudian beliau melakukan penelitian di universitas California, dimana pada saat itu beliau mendapatkan jabatan Linus Pauling dalam bidang ilmu fisika dan kimia. Jabatan tersebut di peroleh dari California Institut Of Technology, Pasadena pada tahun 1990. Selain itu beliau adalah anggota dewan penasihat presiden Barrack Obama dalam bidang teknologi, sains dan inovasi.

Universitas Alexandria

Salah satu penghargaan atas hasil karyanya adalah beliau mendapatkan atau memenangkan hadiah Nobel pada tahun 1999 dalam bidang kimia. Ahmed Zewail adalah Ilmuwan Muslim kedua yang pernah memenangi hadiah nobel setelah Proffesor Abdus Salam dari Pakistan. Penemuan dari beliau yang mengantarkannya memenangkan hadiah nobel tersebut adalah penemuan Femtokimia, sebuah study mengenai reaksi kimia melintasi Femtoseconds atau 10 pangkat -15 detik.

Beliau menggunakan teknik laser ultra  cepat yang terdiri dari cahaya laser ultrapendek. Dengan teknik ini dapat memberikan penjelasan terhadap reaksi pada tingkat atom. Hal tersebut juga dapat dilihat sebagai bentuk kehebatan tingkat tinggi dari cahaya photografi. Dengan kata lain Femtokimia adalah ilmu yang mempelajari reaksi kimia pada skala waktu yang luar biasa pendek. 

2. AZIZ SANCAR


Azis Sancar di lahirkan di kota Savur Turky pada tanggal 8 September 1946. Beliau adalah seorang pakar biologi molekuler dan seorang Proffesor di Universitas North Carolina. Biologi molekuler adalah ilmu yang meneliti kehidupan pada skala molekul. Azis Sancar memenangkan hadiah Nobel pada tahun 2015 atas prestasinya yang berkaitan dengan metode pemulihan DNA atau DNA repair secara mekanistik.


Dalam bidang Biokimia, Azis Sancar adalah seorang Ilmuwan Muslim yang pertama yang bisa memenangkan hadiah Nobel. Penghargaan prestisius tersebut di raih oleh Aziz Sancar bersama dengan dua orang ilmuwan yang lain yakni Thomas Lindahl dan Paul L Modrich.

3. MOSTAFA EL-SAYED


Mostafa El-Sayed lahir pada tanggal 8 Mei 1933 di Mesir. Sama seperti Ahmed Zewail dan Aziz Sancar beliau juga mempunyai kewarganegaraan Amerika Serikat. Beliau adalah seorang peneliti dalam bidang Nano-Sains. Beliau terkenal dengan hukum Spektroskopi yang juga di namai hukum El-Sayed. Hukum tersebut menjelaskan tentang persilangan inter-sistem atau ISC (Intersystem Crossing). ISC adalah suatu proses fotofisikal yang melibatkan isoenergetik tanpa radiasi antara dua buah keadaan elektronik yang mempunyai perbedaan beragam.


El-Sayed meraih gelar Sarjana sains di universitas Ain Shams Kairo pada tahun 1953. Kemudian beliau memperoleh gelar doktoralnya di Universitas Florida State University. Beliau banyak menghabiskan waktunya sebagai peneliti di universitas Harvard, Yale sebelum akhirnya bergabung dengan universitas California di LA pada tahun 1961. 

Saat ini beliau menjabat sebagai ketua Julius Brown dan Regents Professor of Chemistry and Biochemistry di Institut Teknology Georgia. Selain itu beliau juga menjabat sebagai kepala Laboratorium Laser Dynamics. El-Sayed juga memperoleh penghargaan King Faisal dari Arab Saudi, yakni sebuah penghargaan hadiah Nobel versi Arab.

4. ABDUL QADEER KHAN


Beliau di lahirkan di kota Bhopal India pada tahun 1936. Beliau lahir dan tumbuh di lingkungan keluarga yang sangat menjunjung tinggi nilai - nilai pendidikan. Ayah beliau yakni Dr. Abdul Ghaforor Khan adalah seorang akademisi dalam kementrian pendidikan di India ketika India masih di bawah jajahan Inggris. 

Kemudian keluarga beliau pindah ke Pakistan setelah negara itu memisahkan diri dari India pada tahun 1947. Abdul Qadeer Khan adalah orang yang sangat berjasa bagi Pakistan dimana beliau telah mampu menjadikan Pakistan sebagai salah satu dari sembilan negara pemilik senjata nuklir di dunia ini. Gagasan beliau tentang pengayaan uranium menuai sukses sehingga pada tanggal 28 dan 30 Mei 1998 Pakistan berhasil melakukan percobaan dengan meledakkan enam bom nuklirnya, sehingga beliau mendapat julukan sebagai bapak Nuklir Pakistan.

Sejarah pendidikan beliau di mulai ketika beliau telah menyelesaikan pendidikan di negaranya. Kemudian beliau meraih gelar doktoral pada universitas Katolik di Leuven Belgia pada tahun 1972. Kemudian beliau bergabung dengan laboratorium riset dinamis di Amsterdam dalam perusahaan URENCO. Perusahaan tersebut adalah sebuah perusahaan riset pengayaan uranium di Belanda. Hal itulah yang menjadi titik balik dari kehidupannya. Beliau kemudian mendapatkan posisi penting berkat kejeniusannya.

Demikian artikel tentang ilmuwan Muslim di bidang kimia bagian 2, dapatkan artikel menarik lainnya tentang Ilmuwan Muslim dan tentang agama Islam di blog ini.
Salam

Referensi: 
1000+kejayaan sains muslim terbesar.
PT Elex Media Komputindo