Bab Akikah Dan Qurban | Ketentuan Qurban

loading...


PENGERTIAN QURBAN

Kata Qurban secara etimologi berasal dari kata Qarab-Yaqrabu-Quebanan yang mempunyai makna atau arti mendekat atau dekat. Sedangkan kata Qurban menurut istilah adalah menyembelih binatang ternak yang telah memenuhi syarat tertentu dan di laksanakan pada waktu tertentu dengan niat ibadah guna mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata'ala.

Ajaran ibadah berqurban berasala dari kisah Nabi Ibrahim AS yang di perintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih putranya yang bernama Ismail. Perintah dari Allah SWT tersebut di dapatkan oleh Nabi Ibrahim AS melalui mimpinya. Kisah tersebut di abadikan dalam Alquran surah Ash Shaffat ayat ke 102 sampai dengan ayat ke 108. 

Firman Allah SWT dalam Alqur'an :





Dari ayat - ayat di atas kiranya kita dapat menyimpulkan bahwa Nabi Ibrahim AS bermimpi pada malam kedelapan bulan Zhulhijjah untuk menyembelih putranya atas perintah Allah SWT. 

Sebagai orang yang taat, maka Nabi Ibrahim AS kemudian menyampaikan hal tersebut kepada putranya Ismail. Ternyata Ismail adalah anak yang taat kepada orang tuanya dan dia tidak merasa keberatan atas perintah Allah SWT tersebut.

Kemudian pada hari kesepuluh bulan Zhulhijjah pada waktu dhuha maka Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Allah SWT untuk menyembelih putranya Ismail. Kemudian tepat pada saat itulah Allah SWT mengganti Ismail dengan seekor kambing sembelihan. Hari kesepuluh bulan Zhulhijjah kemudian di sebut sebagai "Yaumunnahar" yang artinya hari menyembelih.

Dari peristiwa itulah maka ajaran berqurban berlaku sampai sekarang kepada umat Nabi Muhammad SAW.

Syariat tentang perintah Qurban juga terdapat dalam Alquran surah Al Kautsar ayat 1-3, yaitu :

Baginda Nabi Muhammad SAW bersabda dalam hadistnya yang di riwayatkan oleh sahabat yakni Ibnu Majah dan telah di syahkan oleh Hakim :



Demikianlah sekilas tentang pengertian Qurban. Semoga kita termasuk orang - orang yang bertaqwa yang selalu taat kepada perintah Allah SWT.